Parkir Berbayar, Tempat Wisata Kuliner Kolaka Mulai Sepi Pengunjung

SULTRAKINI.COM:KOLAKA- Sejak sepekan terakhir, suasana pusat kuliner Kolaka atau lebih di kenal dengan Wisata Kuliner Kolaka mulai sepi pengunjung. Disinyalir kuat penyebabnya adalah pungutan retribusi parkir oleh Dinas Perhubungan Kolaka seniali Rp 2000 per kendaraan.

“Kami kaget juga kenapa tiba-tiba ada lagi bayar karcisnya. Memang cuma Rp 2000 tapi membuat kami tidak nyaman. Makanya sudah malas orang pergi di wisata kuliner,” kata Seorang Warga Kolaka, Akbar, Senin (06/02/2017).

Menurutnya pemberlakuan retribusi bisa saja digalangkan, asal seimbang dengan penyediaan kawasan parkiran di lokasi tersebut. “Tidak teratur juga area parkir yang ada didalam. Harusnya fasilitasnya dibenahi dulu baru pungut biaya parkiran,” ujarnya.

Masalah pungutan retribusi parkir yang terjadi di tempat wisata kuliner adalah salah satu objek yang disoroti oleh masyarakat Kolaka dari sejumlah area publik. Misalnya Pasar Sore penjualan ikan segar, di jalan Dermaga dengan persoalan yang sama. Kawasan ini, warga lebih menyayangkan oknum berpakaian preman yang memungut retribusi tersebut.

“Dipasar ikan sore itu lebih parah lagi. Yang pungut biaya parkir pakaiannya preman. Bukan petugas dari Dinas terkait,” tuturnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekda Kolaka, Amri Jamaluddin menjelaskan, dalam waktu dekat Bupati Kolaka akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan untuk menjelaskan masalah tersebut. “Bupati akan panggil untuk membicarakan masalah ini,” jelasnya singkat.

Laporan: Suparman Sultan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.