Parkir di Badan Jalan, Siap Ditagih Retribusi Oleh Mesin Ini

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Keseriusan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari retribusi parkir nampaknya mulai nampak. Hal ini setelah Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pendapatan daerahnya akan meluncurkan mesin parkir on street pada ulang tahun kota kendari yang ke 184 yakni 9 mei 2016 mendatang.

 

Setelah diluncurkan, mesin parkir tersebut akan digunakan untuk memungut retribusi bagi setiap kendaraan yang terparkir di badan jalan diseluruh wilayah Kota Kendari.

 

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kendari Nahwa Umar, mengungkapkan untuk langkah awal dispenda kota kendari akan mengunakan sebanyak 10 unit mesin parkir. sebab, mesin parkir on street bentuknya mini, sehingga dapat digunakan secara mobile atau berpindah-pindah, disesuaikan dengan tingkat keramaian pada setiap titik dikota kendari.

 

Mesin parkir on street ini, telah banyak digunakan diberbagai kota besar diindonesia salah satunya yakni kota DKI jakarta. Pengaturan besaran tarif parkir menggunakan mesin ini, berbeda berdasarkan jenis kendaraan, dan tempat parkirnya.

 

yamaha

\”Kalau parkir dibadan jalan tentu tarifnya lebih mahal, karena mengganggu lalu lintas,\” kata Nahwa.

 

Untuk besaran retribusi parkir, Dispenda akan membahasnya bersama Dinas Perhubungan terlebih dahulu. Untuk selanjutnya, Dispenda akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat kota kendari terkait diberlakukannya mesin parkir on street tersebut.

 

Tak hanya itu, Dispenda juga akan bekerja sama dengan para pemilik ruko atau wirausaha di Kota Kendari terkait pemungutan retribusi parkir kendaraan. \”Mesin ini juga berfungsi untuk mendeteksi setiap plat kendaraan sehingga bisa terbantu bila ada kendaraan yang hilang,\” kata umar.

 

Nahwa umar juga mengungkapkan, harga mesin parkir tersebut dibeli seharga 18 juta lebih setiap unitnya termasuk pajak. pembeliannya sendiri didanai oleh APBD Kota kendari.

 

Menurut nahwa, nantinya mesin tersebut akan dioperasikan oleh seseorang tukang parkir, yang terlebih dahulu akan diberikan training. \”Gaji mereka kami perkirakan akan lebih besar daripada gaji standar UMP,\” ungkap Nahwa.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.