Iklan Clarion

Pasar Sentral Laino Sepi Pembeli, Pedagang Pilih Berjualan di Bahu Jalan

SULTRAKINI.COM: MUNA – Relokasi tempat berdagang dari bahu jalan ke kompleks pelelangan ikan dan pelataran terminal Pasar Sentral Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dianggap kurang memberikan keuntungan bagi para pedagang. Dampaknya pun mulai terlihat dari kembalinya para pedagang ke lokasi yang dilarang untuk berjualan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Pedagang mengaku, lokasi relokasi sepi pembeli yang berdampak kurangnya penghasilan sehari-harinya. Hal ini membuat mereka memilih kembali berdagang di sepanjang bahu jalan. Dan berangsur-angsur dilakukan oleh pedagang lainnya.

Keluhan sepinya pembeli salah satunya diungkapkan Waode Uli, pedagang sembako di Pasar Sentral Laino. Kada dia, penghasilan dari hasil berdagang menurun drastis. Bahkan dia rela mencari tempat lainnya yang lebih ramai. Dia berharap, pemerintah setempat kembali menata pasar tersebut tanpa merugikan pedagang.

“Jarang laku, karena sepi sampai saya mencari tempat yang lebih ramai. Selain itu juga saya tidak puas dengan pengelolan pasar yang seperti ini,” kata Uli kepada SultraKini.Com, Rabu (13/12/2017) sore.

Ditempat berbeda salah satu pedagang justru mengeluhkan sebagian para pedagang yang memilih kembali berjualan di sekitaran bahu jalan pasar, sebab tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan persoalan baru.

“Pedagang saat ini mulai terpecar. Harusnya penataan pasar tetap disatukan, apalagi kembali berjualan diluar (bahu jalan), kalau macet bagaimana, pastinya masalah baru lagi yang muncul,” ungkapnya yang enggan menyebutkan nama.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna, Laode Darman Syah mengaku permasalahan tersebut belum diketahui pihaknya.

“Kita akan melakukan peninjauan lapangan dan melakukan langkah pencegahan sebelum terlambat. Kalau semua tertata bagus, mereka juga yang merasakan keuntungannya,” ucap Darman.

Laporan: Laode Alim/Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.