Pasca Pasien Corona Meninggal, Satgas Covid 19 Bombana Lacak warganya.

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Kabar duka atas meninggalnya pasien Covid-19 di Kota Kendari, membuat satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bombana langsung tracking atau lacak warganya.

Pasien Covid-19 yang berusia 35 dan dinyatakan meninggal itu, sebelumnya adalah warga Bombana, namun sudah lama pindah domisili di Kota Kendari. Hal itu diakui oleh Juru bicara covid 19 Kabupaten Bombana Heryanto.

“Memang yang meninggal itu orang Bombana, tapi sejak tahun lalu, tidak lagi ke Bombana. Riwayatnya itu, dia sering cuci darah di rumah sakit di kota kendari. KTP-nya saja, sudah KTP orang Kendari,” jelas Heryanto, Sabtu 11 April 2020 melalui sambungan selulernya.

Meski begitu, Satgas covid 19, kata Heryanto sudah lakukan tracking terhadap kerabat almarhum di Bombana, bila mana pernah membesuk.

“Beberapa nama yg sudah kami kantongi dan saat ini sedang dalam pengawasan satgas di desa dan kecamatan. Dalam waktu dekat ini sudah kami konfirmasi satgas COVID-19 di Provinsi. Bakal melakukan repit test dan juga ada yg bakal diambil sampel swab,” terang Heryanto.

“Sesuai prosedur, untuk tracking sudah kami lakukan. Sudah ada pula instruksi untuk isolasi mandiri di rumah, sembari petugas kesehatan akan monitoring atau ngecek perkembangannya,” tambahnya.

Namun mantan Anggota DPRD Bombana itu menjelaskan, untuk hasil perkembangan tracking itu, akan disampaikan pada Minggu 12 April 2020. “Untuk hasil perkembangannya. Nanti besok ya. Yang jelas kami sudah lakukan sesuai prosedur kami di satgas,” terangnya.

Sebelumnya, Satu pasien positif corona di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan meninggal dunia di RSUD Bahteramas, Sabtu (11 April 2020) sekitar pukul 02.00 Wita.

“Jenis kelamin laki-laki, umur 35 tahun, alamat Kota Kendari,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan, pasien tersebut mempunyai riwayat penyakit lain. Awalnya dirawat di RS Santaana. Di sana secara rutin yakni tiga kali seminggu melakukan cuci darah. Belakangan ada tambahan penyakit baru yaitu batuk, influenza, dan sesak nafas.

Pada Senin (6 April 2020) lalu Tim Labkesda Dinkes Sultra mengambil swab pasien itu di RS Santaana.

Pada Selasa (7 April 2020) swab pasien dikirim ke Laboratorium Makassar.

Pada Jumat (10 April 2020), sekitar pukul 13.00 Wita pasien masuk RSUD Bahteramas atas rujukan dari RS Santaana.

“Sekitar jam 17.15, pasien dimasukan ke ruang IGD Isolasi Covid, karena telah Positif Covid berdasarkan hasil Swab pasien dari Laboratorium makassar. Sekitar jam 02.00 Wita dini hari pasien meninggal dunia di ruang Isolasi Covid 19 RSUD Bahteramas,” jelas Rabiul.

Laporan: Badar
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.