PDB Negatif Dua Kuartal, RHB Sekuritas: Indonesia Masuki Masa Resesi, Investasi Aman?

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Indonesia tengah melakukan upaya percepatan pemulihan ekonomi ditengan pandemi Covid-19 yang kini sudah diambang resesi sebab dari dua kuartal pertumbuhan ekonomi negatif dan diperkirakan pada kuartal tiga akan tumbuh negatif lagi.

Dalam laporan Danareksa tentang Prospek Ekonomi dan Pasar Modal Semester II 2020, Indonesia perlu mengantisipasi terjadinya kontraksi ekonomi pada kuartal 2 dan 3. Menghindari resesi merupakan tantangan yang sangat sulit, walaupun di kuartal 4 pertumbuhan diperkirakan mulai kembali positif.

Dalam suasana prediksi resesi PT. RHB Sekuritas Indonesia Representative Office Kendari menyampaikan angka Gross Domestic Product (GDP) atau yang biasa dikenal Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif secara dua kuartal berturut-turut berarti Indonesia memasuki masa resesi.

Menurut Harry Setiawan, selaku Associate Equity Sales & Trading RHB Sekuritas Indonesia Office Kendari, angka GDP di kuartal 3 2020 yang minus keliatan sudah di-priced in oleh market.

“Yang perlu kita perhatikan, angka minus GDP di kuartal 3 seharusnya lebih baik dari GDP di kuartal 2 yakni -5.3 persen YoY. Dalam Beberapa waktu sebenarnya ada perbaikan dalam kondisi ekonomi,” kata Harry, Jumat (25/9/2020).

Sementara Menko Perekonomian Airlangga, Hartarto, baru memperkirakan GDP di 2020 akan berkisar antara -1.7 persen samapai dengan +0.6 persen. Angka ini in line dengan estimasi Tim Research RHB Sekuritas Indonesia, seharusnya angka GDP di kuartal 4 akan lebih baik dari kuartal 3.

“Karena angka GDP di kuartal 3 keliatannya sudah dipriced-in oleh market, jadi nanti ketika diumumkan seharusnya tidak ada dampak signifikan. Ini juga kelihatan dari pergerakan IHSG hari ini, walaupun Menko Perekonomian baru menurunkan perkiraan GDP di 2020 yang berkisar -1.7 persen – +0.6 peesen, JCI (Jakarta Composite Index /IHSG) masih naik 2.13 persen,” ungkap Harry.

Ia mengtakan untuk investasi saham di Pasar Modal Indonesia masih aman. Baik untuk Investor yang telah lama berinvestasi, Investor Pemula dan Calon Investor yang baru akan berinvestasi di Pasar Modal Indonesia

Sesuai data yang dihimpun oleh PT. RHB Sekuritas Indonesia Representative Office Kendari jumlah investor per September 2020 sekitar 550 investor.

“Dari jumlah 550 ada beberapa nasabah yang tidak aktif dalam bertransaksi baik investasi jangka panjang maupun trading jangka pendek,” tutupnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.