Iklan Clarion

Pedagang Pasar Panjang Diminta Bongkar Kiosnya Sebelum ‘Digusur’ Satpol PP

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pedagang pasar Panjang didatangi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari di lokasi pasar, Selasa (10/7/2018). Kedatangan mereka untuk memberikan tekanan melalui sosialisasi kepada pedagang segera membongkar kiosnya dan pindah ke pasar Sentral Wuawua Kendari paling lambat 15 Juli mendatang.

Satpol PP Kendari menghampiri pedagang berdasarkan tindak lanjut surat bernomor: 511.2/483 perihal intruksi III, sebagaimana intruksi sebelumnya tentang pembongkaran bangunan kios yang ditandatangani Pelaksana Tugas Wali Kota Kendari, Sulkarnain. Sosialisasi tersebut merupakan ketiga kalinya dan terakhir.

Pedagang pasar diminta membongkar sendiri kiosnya sebelum ditindaki Satpol PP sesuai batas waktu yang ditentukan.

Sebanyak 250 pedagang bakal direlokasi ke pasar Sentral Wuawua Kendari.

“Semua kios akan dibongkar dan para pedagang akan direlokasi. Namun untuk tahap awal akan dilakukan kepada PT Kurnia sebagai pengelola.Tempatnya (pasar Wua-wua) cukup untuk semua pedagang yang berada di pasar Panjang,” kata Kepala Satpol PP Kota Kendari, Amir Hasan, Selasa (10/7/2018).

Menurut salah seorang pedagang di pasar Panjang, Saenab, dirinya tidak memiliki lokasi berdagang selain di pasar Panjang. Dia mengeluhkan harga sewa kios di pasar Wuawua yang mahal.

“Nda tempat lain berjualan hanya di sini saja, seandainya ada tempat pasti kita pindah. Kemudian harga sewa di pasar Sentral Wuawua mahal, di sini hanya bulanan dan dapat dijangkau,” ujarnya.

Pasar Panjang awalnya diadakan untuk merelokasi pedagang pasar Wuawua atau pasar Baru, akibat kebakaran tahun 2010. Pedagang mulai menempati pasar Panjang selama proses pembangunan pasar Sentral Wuawua tuntas. Namun setelah peresmiannya pada November 2016, banyak pedagang pasar Wuawua lebih memilih berdagang di pasar Panjang. Kondisi ini disebabkan sunyinya pembeli di pasar Sentral Wuawua, serta persoalan parkir elektronik, serta masalah lainnya.

 

Laporan: Nur Cahaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.