Peduli Gempa Lombok, Polres Buton Kirim 32 Paket Barang

SULTRAKINI.COM: BUTON – Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Polres Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengirimkan bantuan sebanyak 32 paket melalui PT Pos cabang Banabungi di Pasarwajo, Rabu (29/8/2018) sekira pukul 11.00 Wita.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, mengatakan paket yang diisi di dalam gardus tersebut berisikan barang seperti 200 lembar sarung, 200 lembar selimut, pakaian sekolah 10 lusin yang diperuntukan untuk siswa siswi SD dan SMP, serta kebutuhan habis pakai dalam sehari antara lain sabun mandi, sabun cuci, odol, pembalut wanita, pampers bayi dan barang-barang lainnya.

“Jadi setelah kita komunikasikan dengan teman-teman di Lombok apa yang diperlukan disana, ternyata yang dibutuhkan itu berupa kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi, sabun mandi, sabun cuci, pakaian sekolah, pembalut wanita, pampers bayi dan barang-barang lainnya, makanya ini yang kita kirim,” kata Andi Herman didampingi Kasatreskrimnya, IPTU Najamuddin saat ditemui di Kantor Pos Pasarwajo.

Lanjut Andi Herman, barang-barang yang dikirimkan ke Lombok tersebut, adalah hasil dari penggalangan dana yang dilakukan pihaknya sekira satu minggu lalu, yang diperoleh dari masyarakat baik yang ada di sejumlah pasar dan sekolah di Pasarwajo dengan total dana terkumpul lebih dari Rp41 juta.

“Ini memang program peduli gempa Lombok yang selama 1 minggu lalu. Uang inilah yang kita belanjakan untuk keperluan saudara-saudara kita di Lombok,” ujarnya.

yamaha

Andi Herman menambahkan, pihaknya hingga kini tetap membuka ruang bila ada masyarakat yang ingin memberikan bantuan bagi korban gempa yang terjadi di Lombok. Dirinya berharap, semoga bencana alam gempa yang terjadi di Lombok bisa cepat berakhir, serta masyarakat korban gempa di sana (Lombok) diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi bencana tersebut.

Menurut pria dengan dua melati di pundaknya itu, meskipun Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan bahwa gempa di lombok bukan merupakan bencana nasional. Tetapi diharapkan penanganannya harus dilakukan secara nasioanal artinya semua warga negara harus memiliki kontribusi untuk bersama-sama membantu korban pada bencana alam yang terjadi di Lombok.

“Memang pak presiden sudah menyatakan memang bukan bencana nasional, tapi penganangannya secara nasional artinya semua warga negara ikut berkontribusi membantu bencana tersebut,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Pos Cabang Banabungi, La Ode Safarudin mengatakan pengiriman barang tersebut membutuhkan waktu dua minggu sampai di Lombok terhitung sejak pengiriman dilakukan.

“Sekitar dua minggu tiba disana (Lombok), pengirimannya itu menggunakan kapal laut,” katanya singkat.

Laporan: La Ode Ali
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.