Peka Kande-kandea di Baubau Pecahkan Rekor Muri

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Lebih dari 1.000 talang berisi berbagai makanan tradisional disajikan sepanjang benteng keraton oleh berbagai instansi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara pada Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) Asean VI. Rupanya, pemandangan unik ini berhasil menorehkan rekor MURI yang diberikan pada Rabu, 20 November 2019.

Penghargaan diserahkan oleh Ryadhi Chandra dan Triyono yang meupakan tim dari MURI mewakili Ketua Umum MURI, Prof. Dr.h.c.KP Jaya Suprana. Penghargaan diterima langsung Wali Kota Baubau, AS. Tamrin.

Foto Penyerahan penghargaan MURI. (Foto: Istimewa)

AS Tamrin mengaku, kegiatan Peka Kande-kandea di Kota Baubau ini pertama kalinya diselenggarakan dengan menyediakan talang di sepanjang benteng keraton dengan panjang mencapai 2.740 meter dan luas 23.375 hektare.

“Memang sebelumnya kita mengadakan Peka Kande-kandea, tetapi ini pertama kalinya menyediakan lebih dari 1.000 talang mengelilingi benteng keraton,” jelasnya.

yamaha

Peka Kande-kandea merupakan salah satu rangkaian Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) Asean VI yang berlangsung 18-21 November 2019.

Tim penilai dari MURI memantau dan penilaian acara Peka Kande-kande ditemani Kepala Dinas Pariwisata, Ali Arham. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Tim penilai dari MURI memantau dan penilaian acara Peka Kande-kande ditemani Kepala Dinas Pariwisata, Ali Arham. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

Selama proses Peka Kande-kandea, tim penilai dari MURI turut mengelilingi benteng keraton dan mengunjungi setiap talang ditemani kepala Dinas Pariwisata untuk menilai kelayakan acara tersebut sebagai bagian syarat penilaian.

Wali kota Baubau sangat bersyukur atas rekor tersebut. Ha ini akan dijadikan motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus melestarikan budaya di wilayah setempat.

“Terima kasih kepada manajemen MURI yang tberkenan melihat langsung dan memberikan penilaian atas kepantasan acara Peka Kande-kandea hingga mendapatkan penghargaan” ujarnya.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.