Pelabuhan Liya Tidak Digunakan, Kadishub: Peresmiannya Cuma Simbol

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Pelabuhan Liya telah diresmikan mantan Bupati Wakatobi Hugua, sejak Juni 2016. Namun, empat bulan berlalu sejak peresmian hingga kini, pelabuhan yang terletak di perbatasan Desa Liya One Melangka dan Desa Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel) ini tidak jua digunakan.

Kadis Perhubungan dan Kominfo Wakatobi, Safruddin Moane mengatakan, keterlambatan pengoperasian pelabuhan tersebut karena belum adanya fasulitas pendukung untuk penumpang, seperti persedian air bersih dan listrik. Bahkan tangga untuk naik turun penumpang juga belum ada.

“Kami telah mengusulkan di pembahasan APBD perubahan ini, agar kita benahi beberapa fasilitas pendukung yang belum ada, setelah rampung baru kita arahkan kesitu semua kapal yang dari Wakatobi dua untuk berlabuh di situ,” kata Safruddin. Kamis (1/9/2016)

Terkait sudah diresmikannya sejak Juni 2016, kata Safrudin Moane, hal tersebut hanya simbol bahwa pembangunan Pelabuhan untuk kapal dari wilayah Wakatobi Dua sudah rampung.

Sementara itu, untuk mengoperasikan pelabuhan yang melayani masyarakat dari Kaledupa, Tomia dan Binongko ini masih menunggu fasilitas penunjang selesai dilengkapi.

Ia memastikan diakhir 2016, pelabuhan tersebut telah siap dioperasikan, “Saya bisa pastikan sebelum memasuki tahun 2017 kita sudah bisa gunakan pelabuhan ini,” tutupnya.

Atas molornya kerja Pemda dalam melengkapi fasilitas pelabuhan ini, untuk sementara Kapal dan Speed dari dan ke wilayah Wakatobi Dua masih menggunkan pelabuhan pribadi milik seorang pengusaha.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.