Pelaku Pembakaran Randis Dikbud Muna Mengaku Orang Bayaran

SULTRAKINI.COM: MUNA – Kepolisian Resor Muna, kembali menangkap remaja RMD alias B (19) pelaku kedua pembakaran Kendaraan Dinas (Randis) milik Kudus Muharram selaku Kepala Bidang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna.

Pelaku berhasil diciduk oleh Timsus Jatanras bersama Polsek Katobu di salah satu rumah Desa Mantobua, Kecamatan Lohia sekitar pukul 07.30 Wita tanpa perlawanan. Hal itu berdasarkan dari keterangan pelaku JU alias K (21) yang lebih dulu ditangkap di rumahnya pada (24/9) lalu.

“Pagi saat pelaku ditanggap sedang istirahat. Berdasarkan informasi saksi bahwa rencananya pelaku akan keluar meninggalkan Kabupaten Muna hari ini juga,” terang Kasat Reskrim, IPTU Fitrayadi kepada SultraKini.Com, Senin (25/9/2017).

(Baca: Satu Orang Diduga Pembakar Randis Pejabat Dikbud Muna Diciduk)

Setelah melakukan pendalaman kasus melalui introgasi kepada kedua pelaku yang telah tertangkap, pihaknya kembali mengantongi satu nama yang diduga kuat sebagai dalang dari pembakaran Randis Milik Kudus Muharram.

“Kedua pelaku mengakui hanya suruhan dan sebagai eksekutor, sementara satu pelaku yang memerintahkan masih dilakukan pengejaran. Maaf untuk menguak kasus ini hingga tuntas, saya belum bisa menyebutkan nama pelaku (dalang). Namun Saat pelaku ini tertangkap, mungkin akan ada nama-nama lain yang akan terlibat,” jelas IPTU Fitrayadi.

Sementara itu, dugaan awal dari motif pelaku melakukan pembakaran Randis, dipicu oleh persoalan keluarga. Namun dirinya berkeyakinan dengan ditangkapnya dalang dari pembakaran Randis nanti akan menguak peristiwa pembakaran sejumlah mobil sebelumnya yang terjadi di Kabupaten Muna.

“Menurut kedua pelaku, motif pembakaran karena masalah keluarga, mereka hanya dijanjikan akan dibayar Rp 5 juta saat melakukan dan Rp 5 juta setelah melakukan. Insya Allah setelah pelaku satunya tertangkap akan terkuak peristiwa-peristiwa pembakaran mobil sebelumnya, dimana beredar isu di masyarakat yang mengaitkan dengan Pilkada lalu, tapi semoga saja tidak benar,” kata IPTU Fitrayadi.

Laporan: Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.