PEMADAMAN BERGILIR YANG BERANGSUR TAHUNAN DI KABAENA ( Tokotua )

Pemadaman bergilir di kepulauan kabaena, kabupaten bombana, provinsi sulawesi tenggara yang mulai meresahkan hati masyarakat kepulauan kabaena

 SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN Ranting Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai meresahkan warga. Sebab sudah berlangsung cukup lama, menurut info yang kami dapatkan dari narasumber.

 “ ini lampu sudah sejak tahun lalu, kami mahasiswa sudah pulang kampung dua kali tapi kondisi yang kami dapatkan masih tetap saja sama ’’ ungkap Yuris Aswandi selaku mahasiswa dan pemuda kabaena.

Menurut Yuris, pemadaman listrik bergilir telah berlangsung lebih dari satu tahun dan tidak pernah ada kejelasan mengapa hal tersebut terjadi. Meski pemadaman sering terjadi, iuran pelanggan bukan semakin rendah, tetapi sebaliknya semakin melonjak.

Yuris tidak menyebut secara rinci iuran tagihan listriknya per bulan, tetapi dijelaskan bahwa normal listrik menyala hanya 14 atau 15 malam per bulan.  

 “ Tidak pernah sampai 30 atau 31 malam dalam sebulan, tetapi iuran yang kami bayar kok bias malah lebih tinggi bukan menurun, ada yang tidak beres ini ” ungkapnya.   

 “ Setelah berdiskusi bersama kawan kawan mahasiswa dan juga kepala PLN ranting kabaena, disana ada banyak hal yang kami tanyakan termasuk penyebab diadakannya pemadaman bergilir ini, tapi jawaban dari pihak kepala PLN masih saja seperti waktu waktu sebelumnya yaitu kerusakan mesin ” ungkap Yuris.   

 Akibat pemadaman bergilir yang sudah berlangsung lama hingga tahunan ini, keluhan keluhan dari masyarakat kabaenapun mulai membanjiri media social, seperti yang dikatakan di akun facebook milik Fatma faiqul yang berisi harapan kepada pemimpin yang kemudian akan terpilih di PILKADA 2017.

 “ Mau gelapmi lagi, semoga pemimpin yang terpilih bisa  memberi solusi buat PLN kabaena kedepan “                                 

Bukan hanya itu saja, namun ada lagi sebuah kata yang mengekspresikan kemarahannya kepada pihak PLN, ini berasal dari akun facebook milik Nhyda, ia mengatakan,

” Sumpah ini lampu bikin emosi sngattt “

Yuris mengatakan “ Saya tidak tau sampai kapanpulau kabaena yang saya cintai ini akan merasakan situasi seperti ini, dalamhal ini yaitu situasi dimana masyarakatnya selalu merasakan pemadaman bergilir ” ungkapnya “.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.