Pilkada koltim

Pemandu Wisata di Baubau Dilatih Bangkitkan Gairah Pariwisata di Masa Normal Baru

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Pemandu wisata alam di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dilatih menguatkan sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini ditempuh Dinas Pariwisata Baubau agar pariwisata kembali bergairah di masa normal baru.

Sebanyak 40 orang pemandu wisata alam di Baubau mengikuti pelatihan di salah satu hotel wilayah tersebut pada 2-6 November 2020. Pemandu wisata ini dipersiapkan untuk mengangkat kembali potensial pariwisata Baubau tanpa mengurangi kedisiplinan protokol kesehatan.

Sebab, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Baubau, Moh Abduh, menilai kondisi pariwisata Baubau ikut terdampak selama pandemi, sektor ini sangat mempengaruhi perputaran ekonomi di wilayah setempat. Untuk itu, status zona Baubau berwarna kuning dimanfaatkan pihaknya untuk membuka kelonggaran aktivitas pariwisata.

“Kita mempersiapkan pemandu wisata sedini mungkin, jangan nanti kembali normal baru kita siapkan, sekarang pelatihan pas sudah normal tinggal kita beraksi,” ucapnya, Senin (2/11/2020).

(Baca: Masuk Zona Kuning, Objek Wisata di Baubau Mulai Dibuka)

Pelatihan tersebut digelar dengan mematuhi protokol kesehatan. Kursi peserta diatur berjarak, peserta juga diwajibkan bermasker dan mencuci tangan.

Pilkada

Sekda Baubau, Roni Muhtar, mengatakan pelatihan pemandu wisata merupakan salah satu langkah Pemkot di sektor pariwisata. Terlebih, kata dia, Baubau menyimpan pesona bawah laut dan gua yang memikat bagi para pelancong.

Pemandu wisata yang berkompeten serta profesional dalam hal ini sangat dibutuhkan, sehingga selama pelatihan mereka tidak hanya disuguhkan teori, tetapi disandingkan dengan praktik.

“Kita memiliki kekayaan potensi yang tak kalah dari daerah lainnya. Pemkot tak bisa hanya sendiri dalam pengelolaannya, butuh sinergi dengan stakeholder, khususnya pelaku wisata dan pemandu wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Baubau sekaligus Ketua Panitia Pelatihan, Lia Amalia Muchlisi, menambahkan pelatihan pemandu wisata adalah rangkaian dari sejumlah pelatihan pariwisata yang digelar sebelumnya.

Peserta pelatihan berasal dari Kelompok Masyarakat Sadar Wisata, yaitu mereka yang memiliki perhatian pada wisata alam. Dalam pelatihan ini, Dinas Pariwisata menggandeng Instruktur Selam profesional Rock and Roll Divers (RRD).

“Kita menyiapkan pemandu wisata berkompeten untuk memandu wisatawan yang memiliki ketertarikan wisata bawah laut ataupun wisata gua,” tambahnya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.