SUARA

Pembagian Los di Pasar Sampara Dinilai tidak Adil, Pedangan Mengeluh

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Pasar tradisional modern Kecamatan Sampara telah diresmikan, Rabu (24/1/2018). Peresmian pasar yang diberi nama Pasar Kapita Lau Dalami itu, dilakukan langsung Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara yang merupakan tokoh masyarakat setempat.

Namun, ternyata ada cerita lain dibalik peresmian tersebut. Salah seorang pegadang bernama Jamal mengeluhkan adanya pembagian los pasar yang dinilai tidak adil.

Menurut Jamal, dirinya yang aktif menjual di pasar Sampara sejak 2002 silam malah hampir tak kebagian los. Mereka yang tidak pernah terlihat menjual, justru kebagian. Bahkan kata Jamal, ada yang dapat hingga dua los.

“Dua hari sebelum peresmian (22/02/2018), pihak pengelola dan camat melakukan pencabutan lot untuk memilih los. Saat itu saya tidak dapat. Lalu, saya marah-marah ke pengelola, kenapa bisa saya tidak dapat,” cerita kepada awak media.

Setelah pulang dari acara pencabulan lot, Jamal mengaku langsung pulang ke rumah. Tak lama setelah itu, seseorang datang membawakan dirinya kunci los.

“Nanti setelah saya sudah mengamuk barulah saya dapat. Tapi kunci los yang dikasi ke saya, saya belum lihat juga apa losnya memang benar-benar ada,” jelasnya.

yamaha

Jamal juga menyayangkan, adanya unsur politik yang katanya membuat dirinya hampir tak dapat los di pasar. Ia sempat mendengar ada ujaran, kalau dirinya (Jamal) bukan pendukung calon tertentu di Pilkada, sehingga tak perlu kebagian los.

“Kata orang-orang itu (pengelola pasar) saya bukan orangnya mereka. Makanya tidak perlu dikasi,” terangnya.

Jamal juga mengeluhkan, los-los yang berada di bagian strategis pasar tidak diberikan kepada mereka yang berjualan sejak lama di pasar tersebut.

“Itu los bagian depan, itu bukan kami yang tempati. Padahal, seharusnya diprioritaskan kepda kami. Sampai sekarang kami juga tidak tahu siapa yang tempati los itu,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.