Pembangunan Kota dari Lorong Sampai Teluk

Wawancara Khusus Ishak IsmailSULTRAKINI.COM: KENDARI – Salah satu bakal calon Walikota Kendari, Ishak Ismail, mengaku maju sebagai calon pengganti Asrun periode 2017-2022 karena panggilan hati untuk menjadi pemimpin, bukan sekadar walikota. “Bicara masalah Pilwali ini kan momentum politik. Dan semenjak mendekati masa berakhirnya bapak Asrun, maka terlihat menggeliatnya politik di Kota Kendari. Saya secara perlahan terpanggil untuk siap jadi pemimpin Walikota Kendari,” kata Ishak memulai wawancaranya dengan SULTRAKINI.COM, Kamis (19/5/2016).Dengan mengusung tagline Anak Lorong, ia memiliki visi agar Kendari kedepan menjadi lebih baik dengan mengusung icon Teluk, yang pembangunannya dimulai dari lorong hingga ke teluk. Sehingga  teluk yang \”kurang diperhatikan\” ini menjadi icon Kendari.Misinya, ada beberapa program unggulan yakni pemenuhan kebutuhan listrik dan air bersih, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, tenaga kerja, penataan lorong, dan pengembangan ekonomi kreatif.Berdasarkan hasil survei tim Anak Lorong, pihaknya menyimpulkan akan mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat berdasarkan visi dan misi Ishak Ismail.“Seperti tagline kita, Anak Lorong, kami akan mengedepankan dulu kebutuhan dasar dari masyarakat. Dalam survei kami yakni air bersih, kesehatan, pendidikan, penataan lorong, infrastruktur, dan ekonomi kreatif. Itulah yang paling dibutuhkan masyarakat sekarang dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Saya tidak tau kenapa diabaikan hal ini, padahal menurut survei kami itulah yang mendasar,” ujar Ishak.Di bidang kesehatan, rencananya akan membuat Puskesmas di tiap kecamatan dalam Kota Kendari. Puskesmas tersebut melayani rawat inap sehingga menjadi prtolongan pertama bagi pasien yang akan diperiksa. Setiap Puskesmas akan disiapkan dokter spesialis beserta kebutuhannya.“Kalau tidak telalu parah disitu saja dirawat, supaya dekat dengan rumah keluargannya. Tapi kalau sakitnya parah, baru dibawa di rumah sakit,” jelas Ishak.Dalam hal pelayanan air bersih, ia menargertkan akan menyelesaikan program pemenuhan air bersih di kota dalam waktu tiga tahun.“Apabila saya tidak bisa menyelasaikan program air bersih, maka saya siap mundur jadi Walikota Kendari. Walaupun ini agak menantang, namun saya sudah konsultasi pada ahlinya dan insyaallah saya bisa lakukan,” tegasnya.Untuk hal itu, terlebih dahulu ia akan membenahi birokrasi dan administrasi perusahaan air minum. Kemudian jaringan pelayanan air dan sumua yang menjadi masalahnya selama ini.Berdasarkan survei juga, keluhan masyarakat lainnya adalah pendidikan. Padahal secara program, mulai dari pusat, provinsi hingga walikota, memiliki program pendidikan gratis. Namun tidak ada masyarakat yang merasakan program tersebut.“Itu juga yang akan kami tangani karena sangat menggerogoti uang ibu-ibu. Sehingga kita lakukan pendampingan dan tujuan kami adalah menyelaraskan program pak Jokowi dan Nur Alam, agar menjadi nnyata,” terang Ishak.Mengenai pembangunan infrastruktur, akan dimulai dari lorong-lorong yang ada di kota ini. Sebab 75 persen penduduk Kota Kendari berada di lorong, dan kebutuhan utamanya yakni masalah aspal dan drainase.“Infrastruktur adalah salah satu kebutuhan mendasar masyarakat. Juga bila saya ditanya maka mutlak harus dikembangkan. Cuma Anak Lorong yang akan lakukan pembangunan infrastruktur dimulai dari lorong ke jalan utama,” ujarnya.Ishak sangat optimis mampu memenuhi semua visi misinya. Karena APBD Kota Kendari yang besar, yakni Rp1,4 triliun, bisa membenahi keseluruhan masalah daerah ini.“Kalau APBD kita kurang, maka kita minta sama APBD provinsi. Kalau masih kurang, kita lari ke Jakarta minta dari APBN. Kalsu masih kurang lagi, kita minta dana hibah dari Jepang, kenapa tidak, pasti bisa insyaallah,” kata Ishak.Selain itu, menurutnya masih banyak persoalan dalam bidang reformasi birokrasi, utamanya dalam pendekatan penyerapan aspirasi manyarakat secara langsung.“Rencana saya jika jadi walikota, cita-cita saya ingin berkantor setiap bulan di satu kecamatan. Jadi karena sepuluh kecamatan di Kota Kendari, maka saya bisa kelilingi kecamatan dalam sepuluh bulan dan dua bulan kita pakai evaluasi,” paparnya.Program tersebut menurut dia bertujuan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat agar menyerap langsung aspirasi warga, sehingga memotong mata rantai birokrasi yang berbelit-belit.“Apa yang sudah saya programkan bisa dilihat baik untuk mansyarakat, sehingga ada waktu untuk saya untuk membuktikan apa yang saya janjikan. Saya hanya bercita-cita untuk menjadi pemimpin yang mana pemimpin itu sifatnya untuk melayani bukan dilayani,” pungkasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.