Pemda Butur akan Kembali Bersurat untuk Pengadaan APD

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Pemerintah Daerah Buton Utara menerima sekitar 50 alat pelindung diri dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun, jumlah tersebut dinilai kurang sehingga pihaknya kembali menyurat untuk penambahan APD.

“Kita dapat APD itu dari provinsi sekitar 50, tapi tidak sempurna, seperti sepatunya kurang, helmnya kurang. Ini kita lagi menyurat ke provinsi karena gubernur waktu kemarin dia menyampaikan apa yang masih kurang-menyurat, semua daerah sama keluhannya,” jelas Bupati Butur Abu Hasan, Senin (6/4/2020).

Selain mengupayakan pemenuhan APD, pihaknya juga fokus untuk menyiapkan sumber daya manusianya atau tenaga medis, serta sarana pendukung pelayanan medis jika sewaktu-waktu terdapat pasien dengan gejala virus corona.

“Kalau ada alat kemudian tidak ada dokternya, perawatan, tenaga medis-sama saja. Kita menyiapkan ruang isolasi sementara karena kita kan bukan rumah sakit rujukan, kita rumah sakit transit, kita isolasi dua hari baru kita bawa ke rumah sakit provinsi, sehingga kita tidak terlalu banyak beban isolasi pasien,” ucapnya.

(Baca juga: 191.666 set APD Disebar di Indonesia, Sultra Juga Terima)

(Baca juga: Pemprov Sultra Terima APD untuk Didistribusikan ke Daerah)

Upaya memutus penyebaran Covid-19 juga diupayakan Pemda Butur dengan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan kabupaten. Khususnya di pintu masuk perbatasan kabupaten Buton di Kecamatan Kambowa, perbatasan Kabupaten Muna di Kecamatan Bonegunu, Pelabuhan Feri Penyebrangan Labuan, Pelabuhan Wa Ode Buri, dan Pelabuhan Lasora.

“Kita akan memperketat di daerah perbatasan. Sekarang kan di desa saya sudah perintahkan untuk alokasi anggaran dana desa, dana kecamatan juga ada, sehingga tenaga medis, TNI, polisi, dan satgas kita fasilitasi,” tambahnya.

(Baca: Cegah Covid-19 Masuk, Berikut Kesiapsiagaan di Wilayah Butur)

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra per 6 April 2020 pukul 17.00 Wita, khusus Kabupaten Butur tercatat memiliki 0 orang tanpa gejala (OTG), 16 orang dalam pemantauan (ODP), 0 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 0 positif Covid-19.

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.