Pemda Butur Pamerkan Varian Pangan Organik di HPS ke-39

SULTRAKINI.COM: Kendari – Pemerintah Daerah Buton Utara (Butur) ikut ambil bagian dalam Pameran Pangan rangkaian HPS ke-39 di Kota Kendari. Sejumah produk organikpun dipamerkan di ajang tersebut.

Produk panga asal Butur dipamerkan selama HPS di kawasan Eks MTQ Kendari, yaitu gabah. Mulai dari gabah yang masih bertangkai, berkulit, gabah bersih, dan olahan gabah dalam bentuk kemasan.

Sekitar 45 produk padi organik dipamerkan, salah satunya, yaitu padi Wakawondu dengan jenis beras orange kemerahan, padi wakombe dengan jenis beras kehitam-hitaman,” jelas Kepala Dinas Pertanian Butur, Sahrun Akri, Sabtu (2/11/2019).

Beras merah Wakawondu merupakan padi lokal khas yang ditanam di Kabupaten Butur, tanpa menggunakan pupuk kimia atau pengolahan cara tradisional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Utara, Sahrun Akri. (Foto: Ardian Saban/SULTRAKINI.COM)
yamaha

Sedangkan manfaat dan kelebihan beras merah Wakawondu, memberikan asupan energi, mencegah penyakit diabetes, melancarkan sistem pencernaan, menangkal radikal bebas, menjaga berat badan tetap ideal, mencegah kanker usus, menjaga kesehatan tulang, mencegah terbentuknya sel kanker, dan menurunkan kadar kolesterol.

Sementara itu, beras Wakombe dengan jenis beras kehitam-hitaman memiliki manfaat, berupa protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, baik untuk detoks hati, melindungi jantung, melancarkan pencernaan, mencegah dan mengelola diabetes, meningkatkan penajaman sistem otak, menurunkan kolesterol, dan mencegah anemia.

Pantauan Sultrakini.com, stand Kabupaten Butur juga dipadati pengunjung untuk melihat beberapa padi organik. Daya tarik stand ini juga pameran hasil pertanian serta kelautan dan perikanan wilayah setempat, seperti ubi kayu, opa atau gembili, uwi, singkong gajah, pisang susu merah, labu, kacang, madu hutan, jambu mete, pala, telur, cengkeh, jagung kuning, kopra putih, kedelai, VCO minyak kelapa murni, minyak kelawang, serta lobster dan kepiting.

“Sudah beberapa yang laku, seperti beras Wakawondu dan Wakombe harga yang kita jual per kilo itu 40 ribu,” terangnya.

“Harapan kita dengan adanya hari pangan ini akan memberikan motivasi kepada pemerintah daerah selaku Dinas Pertanian Kabupaten Butur terus berinovasi meningkatkan produksi, produktivitas, dan upaya meningkatkan kesejahteraan petani dalam hal ini petani yang ada di Buton Utara,” sambungnya.

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.