Pemda Konawe Gelar Lomba, Ini 29 Desa/Kelurahan Ikut Berkompetisi

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe kembali menggelar lomba desa/kelurahan tingkat kabupaten. Wakil Bupati Konawe, Parinringi, resmi melepas tim penilai lomba di Aula Onowa, Selasa (4/04/2017).

Ketua Panitia kegiatan lomba desa/kelurahan tingkat Kabupaten Konawe, Sulwan Abunawas mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari rutinitas tahunan. Penyelenggaraan lomba dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

“Tahun ini lomba diikuti 29 desa dan kelurahan yang masing-masing mewakili tiap kecamatan,” katanya, Selasa (4/04/2017).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) Konawe itu menjelaskan, 29 desa/kelurahan masing masing mewakili 25 desa dan 4 kelurahan. Desa-desa tersebut antara lain, Desa Unaasi Jaya (Kecamatan Latoma), Barowila (Tongauna Utara), Asipako (Asinua), Matohori (Padangguni), Andeposandu (Tongauna), Trimulya (Onembute), Tetehaka (Puriala), Waworaha (Lambuya), Tamesandi (Uepai), Woerahi (Meluhu), Analahambuti (Anggotoa), Uelawu (Konawe), Teteona (Wonggeduku Barat), Lalonona (Amonggedo), Duriasi (Wonggeduku), Puunggaluku (Besulutu), Ambuulanu (Pondidaha), Rambukongga (Bondoala), Besu (Morosi), Tabanggele (Anggalomoare), Baini (Sampara), Kapoiala Baru (Kapoiala), Nii Tanasa (Lalongasumeeto), Atowatu (Soropia) dan Walandawe (Routa).

“Sisanya yang empat kelurahan, yakni Kelurahan Latoma (Kecamatan Unaaha), Lawulo (Anggaberi), Kasupute (Wawotobi) dan Kelurahan Waworaha (Latoma),” terangnya.

Adapun waktu pelaksanaan lomba lanjut Sulwan, akan berlangsung selama 19 hari. Penilaian akan berlangsung mulai 07-25 April 2017. Anggaran yang digunakan dalam program tersebut berasal dari dana program di DPMD Konawe.

Sementara itu Wakil Bupati Konawe, Parinringi menuturkan, penilaian dalam lomba tersebut melingkupi beberapa aspek. Antara lain aspek pendidikan, kesehatan, penataan organisasi desa dan beberapa aspek lainnya. Ia berharap tim bisa menilai secara objektif tiap indikator yang dinilai.

“Kami harapkan penilaian bisa dilakukan dengam objektif. Sebab, kita bisa mengetahui tingkat kemajuan desa dari penilaian program ini juga. Makanya kami minta agar tim betul-betul menilai berdasarkan indikator yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.