Pelantikan kapolri

Pemda Konawe Terima Opini WTP Keempat Kalinya

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Kementerian Keuangan RI melalui Pelaksana Tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari, Alexander Budi Dayantoro, menyerahkan piagam opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemda Konawe atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2018, Selasa (15/10/2019). Penyerahan piagam berlangsung di Kantor Bupati Konawe yang diterima oleh Kery Saiful Konggoasa selaku bupati.

Alexander Budi Dayantoro menjelaskan, tidak mudah bagi suatu daerah memperoleh opini WTP. Sebab, terdapat empat kriteria mesti dipenuhi untuk capaian tersebut, yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, cakupan pengungkapan informasi, dan kepatuhan pada peraturan perundangan-undangan.

“Sejauh ini pelaporan LKPD Konawe cukup bagus dan selalu tepat waktu. Kementerian Keuangan mengapresiasi hal itu. Semoga predikat WTP ini dipertahankan di tahun depan,” ujarnya, Selasa(15/10/2019).

Pemda Konawe menerima opini WTP empat kali. Jika kembali memperoleh WTP kelima kalinya atas LKPD tahun 2019, penyerahan piagam akan diberikan langsung Presiden RI Joko Widodo.

“Ini menjadi semangat bagi Pemkab Konawe dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk mempertahankan WTP. Jika mendapat WTP kelima, pasti ada insentif dari pusat dana alokasi umum buat Pemkab Konawe bisa ditambah,” ucap Alexander.

Di tempat yang sama, Kery Saiful Konggoasa mengatakan setiap daerah diwajibkan menyampaikan laporan keuangan atas pengelolaan anggaran dalam satu tahun anggaran berjalan.

“Ada implikasi lain dari makna predikat WTP bagi Pemkab Konawe. Semua daerah bisa mendapat opini WTP tetapi hanya sedikit daerah yang mampu mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap pertumbuhan ekonominya,” kata Kery.

Dia menambahkan, Kementerian Keuangan telah mengelontorkan dana insentif daerah senilai Rp 57 miliar untuk Kabupaten Konawe. Indikator penyaluran dana itu, yakni capaian opini WTP, kontribusi APBD terhadap pelayanan publik, dan kontribusi APBD terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Sejak tahun 2016 kita dapat DID sebesar 57 M. Ini harus kita pertahankan. Kalau opini kita semakin bagus, mudah-mudahan DID dari pusat bisa meningkat. Ujung-ujungnya kan duit itu buat masyarakat Konawe juga,” jelasnya.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.