Pilkada koltim

Pemeriharaan Jembatan di Jalan Edy Sabara Hambat Pemasukkan Pengusaha Warung

SULTRAKINI.COM – KENDARI: Pengerjaan pemeliharaan jembatan di Jalan Edy Sabara, by pass Kota Kendari mulai dirasakan dampaknya secara ekonomi bagi warga sekitar. Misalnya, penurunan pendapatan usaha warga akibat pengerjaan tersebut.

Dampak ekonomi akibat pemeliharaan jembatan itu, misalnya dirasakan Ahmad. Pemilik warung makan ini mengeluhkan pendapatannya menurun sekitar 50 hingga 60 persen. Bahkan seorang tenaga kerja di tempat usahanya terpaksa dikeluarkan lantaran tak sanggup membayar upah mereka.

“Dulunya pendapatan saya sebelum jembatan ini dikerja Rp 3 juta per harinya, sekarang cuma Rp 1 juta, paling tinggi itu Rp 1,5 juta saja. Satu tenaga kerjaku saya sudah kasih keluar, karena tidak sanggup membayar upahnya dan sampai ini bulan saja saya tidak bisa bayar kewajiban saya di Dispenda,” terang Ahmad, Selasa (19/2/2019).

Tidak cukup disitu, sejumlah pelanggannya juga mengeluh harus memutar jauh untuk sampai di warung makannya. Dirinya tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap, pengerjaan pemeliharaan jembatan bisa cepat diselesaikan.

“Ya, mau di apa kasihan karena bukan kemauannya kita ini. Mudah-mudahan kasihan cepat selesai pengerjaannya,” ucapnya.

Pilkada

Keluhan lain juga diungkapkan Sutomo Purwanto, pemilik warung makan sari laut, serta Alex pemilik warung es teler. Keduanya juga mengalami penurunan omset akibat pengerjaan itu. Parahnya, Alex merugi sekitar 80 persen atau dari Rp 3 juta per hari menjadi kisaran Rp 250-500 ribu per harinya.

“Pendapatan saya kurang, karena penutupan jalan yang mengakibatkan orang kurang masuk (menjangkau warungnya), hanya mereka saja yang memang benar-benar sengaja masuk untuk membeli es teler,” jelas Alex.

Pihak pengawas lapangan pemeliharaan jembatan di Jalan Edy Sabara, Suharmalik, mengaku faktor cuaca merupakan kendala utama pekerjaan pemeliharaan berjalan lambat.

“Memang prosesnya agak lambat, ada beberapa faktor salah satunya itu karena cuaca, juga proses pembuatan plat injaknya yang terbuat dari beton. Dalam pembuatan beton itu harus menunggu sekitar 21-28 hari baru bisa untuk dilalui atau digunakan,” jelas Suharmalik kepada Sultrakini.com, Selasa (19/2/2019).

Laporan: Maykhel Rizky
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.