Pemkab Butur Gandeng Kementerian Desa dan PT INACOM Gelar Sosialisasi Peningkatan Kopra Putih.

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur) menggelar sosialisasi peningkatan pengolahan kopra putih bersama Kementerian Desa Republik Indonesia (Kemendes-RI) dengan menggandeng PT Indonesia Commodity (INACOM) selaku pasar yang siap menampung hasil produksi kopra putih di Buton Utara. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Bappeda kabupaten Butur, Jumat (14/2/2020).

Kegiatan sosialisasi peningkatan kopra putih ini turut dihadiri para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Butur, Ketua Tim penggerak PKK kabupaten Butur, para camat, para lurah, dan kepala desa se-kabupaten Butur.

Dalam sambutannya Bupati Butur Abu Hasan mengatakan, tugas pemerintah ada tiga, yang pertama terkait dengan peningkatan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya, karena perangkat desa, kelurahan maupun kecamatan adalah lembaga publik.

Kenapa demikian, lanjut dia, karena menggunakan anggaran APBD dan APBN sebagai sumber anggaran pelaksanaan seluruh biaya operasional.

“Sehingga kita adalah lembaga publik yang harus bertanggung jawab kepada publik dan salah satu bentuk akuntabilitas kita memberikan pelayanan sebaik-baiknya pelayanan publik,” kata Abu Hasan.

Kemudian yang kedua meningkatkan daya saing, kreativitas dan inovasi-inovasi, untuk mencapai sesuatu yang baru, mencari cara-cara yang baru. Dan yang ke tiga meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Selain itu, Abu Hasan mengatakan Kabupaten Butur merupakan salah satu daerah perkebunan dengan cukup banyak kopranya kurang lebih enam ribu hektar, mulai dari ujung Buton Utara bagian selatan sampai ujung Buton Utara bagian Utara.

“Selama ini nilai kelapa kita jual dalam bentuk butiran, butiran pun harganya naik turun pembelinya juga terbatas,” ujarnya.

Kampus

Maka dari itu pihaknya hadirkan dua narasumber dari Kemendes-RI dan PT INACOM untuk membahas terkait dengan pengembangan kopra putih, karena kopra putih ini salah satu komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Butur.

Sementara itu, Grace meyanti putri dari Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa, pembangunan adaerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengungkapkan mulai dari 2018, 2019 dan 2020, namun saat ini pihaknya fokusnya di kualitas kopra, pasca panen dan mengenai pemasaran harga.

“Sekarang kami fokus memberikan bantuan alat kopra beserta mitra disini pasar yang kami bawakan PT INACOM,”ungkapnya.

Grace Meyanti Putri mengatakan dari Direktur jenderal (Dirjend) mulai bekerja dengan menggandeng para star up untuk membantu peningkatan perekonomian lokal dan juga tergantung dari potensi daerah masing-masing.

Selain itu, Grace berharap untuk keperluan kopra nanti akan diekspor ke luar negeri dan memberikan edukasi kepada petani lokal untuk bagaimana mengolah kepala dengan baik.

“Jadi kopra itu nanti keperluan kita nanti bukan lagi lokal tapi sudah kita expor, kemudian kualitas juga biasanya dikelola manual oleh para petani itu kita berikan edukasi bagaimana mengelola kualitas yang baik, jadi kalau kualitas baik harga pasti juga baik kemudian pasar juga lebih mudah untuk ditembus,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Salah satu tehnis lapangan PT Incom, Biwi Suwito, mengapresiasi potensi-potensi kekayaan alam yang ada di Butur, tinggal kemudian untuk dimanfaatkan dengan baik.

Laporan: Ardian Saban

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.