Pemkot Baubau Rancang Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2022, 13 Hal Ini Ditekankan

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2022 menekankan beberapa hal, khusus dalam pembahasan RKPD awal dalam mensinergikan tema pembangunan Kota Baubau 2022, yakni maju dan berbudaya.

Wali Kota Baubau, AS Tamrin melalui Sekretaris Daerah Roni Muhtar, mengatakan Forum Konsultasi Publik dilakukan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara pada 2022 yang dibahas bersama dengan kepala SKPD dan pemangku kepentingan sesuai visi dan misi Kota Baubau, yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023.

Dokumen rancangan awal RKPD pada 2022, kata Roni, perlu sinergi dengan arah kebijakan nasional dan provinsi. Olehnya itu, Kota Baubau harus mengambil peran di antaranya dalam mendukung Wakatobi dan 9 destinasi wisata sebagai kawasan pariwisata nasional, pemerataan pembangunan wilayah, termaksud di dalamnya konektivitas antarwilayah di delapan wilayah kecamatan, memacu pertumbuhan ekonomi di masa pandemik, termaksud penyediaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat dan program-program lainnya yang mendukung program pemerintah pusat.

Roni mengatakan, terdapat 13 hal ditekankan dalam pembahasan forum. Pertama, diperlukan langkah-langkah konkret untuk pembatasan kendaraan bermotor dalam Benteng Keraton, serta perlu mengusulkan Benteng Keraton menjadi kawasan dunia ke Unesco.

Kedua, sayembara Tugu Pahlawan Oputa Yi Koo, penataan kawasan makam Oputa Yi Koo, dan pembangunan museum Oputa Yi Koo;
Ketiga, implemetasi nilai-nilai PO 5 dalam kehidupan masyarakat;
Keempat, penyelesaian jalan lingkar dan jalan by pass Lakologou-Batulo;
Kelima, pembangunan rumah jabatan wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD dan rumah jabatan sekda;
Keenam, penyelesaian tanah bandara dan jembatan Buton-Muna;
Ketujuh, perluasan kawasan simpang lima;
Kedelapan, pembangunan taman kota depan GPIB;
Kesembilan, pemeliharaan/pembersihan aset eks Kabupaten Buton;
Kesepuluh, pengusulan bangunan/gedung eks belanda menjadi cagar budaya;
Sebelas, Festival Keraton Buton dan Kande-kandea Akbar setiap 5 tahun sekali;
Dua belas, Pekande-kandea dalam kawasan Benteng Keraton setiap tahun;
Tiga belas, misi kebudayaan dan pariwisata tingkat regional/nasional/Asean.

“Hal-hal ini menjadi penekanan khusus dalam RKPD 2022,” ucapnya ketika membawakan sambutam Wali Kota Baubau, Selasa (5/1/2022) dilansir dari akun Pemkot Kota Baubau.

Roni berharap, semua stakeholder yang hadir dalam forum dapat membangun komitmen bersama dalam menjaga konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan, serta bagian yang tidak terpisahkan dalam tahapan penyusunan rancangan awal RKPD 2022 yang akan sinergi dengan RAPBD 2022.

“Selain itu, dapat memberikan masukan-masukan positif dan konstruktif demi penyempurnaan RPKD Kota Baubau 2022,” tambahnya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.