Pemkot Kendari Dorong Terciptanya Keluarga Sakinah Teladan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Untuk mendorong masyarakat agar berupaya mewujudkan keluarga yang rukun berdasarkan nilai-nilai agama dan norma sosial. pemerintah Kota Kendari berikan penghargaan bagi Keluarga Sakinah Teladan dan KUA Kecamatan Teladan.

 

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kota Kendari, Samsuri mengatakan, penghargaan Keluarga Sakinah Teladan ini digelar setiap tahun, mulai tingkat kecamatan hingga nasional.

 

Penilaiannya di fokuskan pada figur keluarga dengan usia pernikahan diatas 30 tahun, keberhasilan membina keluarga, jumlah anak, pendidikan anak hingga strata S3 dan kemudian anak tersebut sudah bekerja, serta tambahan keluarga lain, seperti ada anak angkat, ada anak binaan, dan kegiatan sosial lainnya.

 

Menurutnya, untuk figur keluarga sakinah teladan, sejak pernikahan hingga pola bermasyarakat dengan lingkungan sekitar menjadi penilaian dan menjadi contoh di lingkungannya.

 

Sementara untuk KUA Teladan, harus memiliki pengembangan seperti kreaktifitas mulai manajerial, personalia, penataan lingkungan dan pengembangan program Simkah (sistem manajemen etika) dengan menggandeng pihak lain.

 

KUA teladan juga dinilai dari kinerjanya yang tidak ada masalah, aktif menghidupkan masjid diliingkungan kecamatan serta menjadi teladan untuk KUA lain.

 

La Zahi Jaya, Juara I Keluarga Sakinah Teladan Kota Kendari.

 

Dalam kesempatan tersebut, berdasarkan hasil penilaian Tim Kantor Wilayah Kemenag Kota Kendari ditetapkan juara pertama Keluarga Sakinah Teladan Kota Kendari, yakni La Zahi Jaya. Menerima penghargaan ini, Ia mengaku sangat bangga dan tidak menyangka keluarganya masuk dalam penilaian dan terpilih sebagai juara.

 

\”Kegiatan saya dalam membina rumah tangga adalah menjalankan ibadah dirumah secara jemaah, selalu meluangkan waktu untuk mengaji secara disiplin,\” ujar La Zahi Jaya.

 

Atas penghargaan ini, Walikota Kendari melalui Kabag Kesra pemkot Kendari, Arsyad Alastum mengatakan, untuk mewujudkan keluarga sakinah perlu tekad kuat menerima kekurangan dan kelemahan pasangan, juga kesabaran dan keuletan mengarungi bahtera rumah tangga sesuai pengalaman ajaran agama.

 

Banyak ditemui masyarakat yang gagal dalam berumah tangga disebabkan masalah sosial, ekonomi. Kesemua itu merupakan dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi dan pergaulan yang tidak sejalan dengan keimanan.

 

Menurutnya, kantor urusan agama (KUA) Sebagai pelaksanakan tugas pemerintah dibidang agama, mempunyai peran strategis mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warahmah, juga melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

 

Melalui penghargaan ini, Arsyad Alastum berharap dapat menularkan kebaikan dan memelihara, melestarikan bahkan meningkatkan predikat keteladanan yang telah di peroleh.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.