Pemkot Kendari: Manfaatnya Jika Pekarangan Rumah Dijadikan Pasar Sendiri

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) telah lama digenjot Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Mulai sosialisasi sampai pemberian bibit kepada masyarakat juga dilakukan untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun kecil dalam memenuhi sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti sayuran hingga obat-obatan herbal. Dampak jangka panjangnya, berupa membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Dilansir dari laman resmi Litbang Sultra, sedikitnya ada empat prinsip dari KRPL, yakni pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, konservasi sumber daya genetik pangan, menjaga kelestarian melalui kebun bibit desa, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menjalankan prinsip-prinsip di atas dinyakini mampu menekan biaya konsumsi pangan, utamanya sayuran.

Baru-baru ini hal demikian kembali dilakukan pemerintah. Kali ini dari Dinas Pertanian Kendari dengan membagikan bibit sayuran dan obat-obatan di 65 kelurahan setempat pada Jumat, 25 Mei 2018. Masing-masing kelurahan menerima 130 polybag bibit sayuran, seperti terong, cabai keriting, cabai rawit, tomat apel, dan sawi. Sementara tanaman obat-obatan diberikan 115 polybag per kelurahan, berupa kumis kucing, ginseng jawa/lokal, sambiloto, mayana, jahe, pecah beling, daun mint, mahkota dewa, daun tujuh bilah/bintang, dan seledri.

Pupuk juga turut disalurkan dengan memberikan tujuh karung setiap kelurahan.

“Dapat memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah untuk ditanami tanaman sayuran dan obat-obatan. Kita upayakan nanti mengurangi mengurangi ketergantungan dengan pasar. Bagaimana mereka (warga) bisa membuat halamannya sebagai pasar sendiri. Mari menanam sesuai kebutuhan,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sitti Ganef.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.