SUARA

Pemotor Nyaris Dibogem Masa di Depan KPUD Mubar

SULTRAKINI.COM: MUBAR – Seorang pemotor nyaris dibogem oleh masa yang mamadati halaman Kantor KPUD Buna Barat, Selasa (25/10/2016). Pasalnya, pemotor tersebut melakukan aksi provokasi dengan menggas motornya berulang kali didepan masa yang berkerumun.

Beruntung, aparat kepolisian dari Polres Muna yang dipimpin Kapolres, AKBP Yudith Satriya Hananta bersama Dandim 1416/Muna, Letkol Arh. Hendra Gunawan dan aparat yang bersiaga dilokasi segera merelai aksi itu hingga insiden tidak berlanjut.

Kejadian bermula saat datangnya pasangan Calon Bupati Mubar dan Wakilnya, LM. Rajiun Tumada dan Ahmad Lamani di Kantor KPUD dengan menggunakan Motor Besar. Setibanya di pelataran Kantor KPUD, motor yang digunakan tersebut lalu diambil seorang pemuda yang diduga pendung calon berakronim ‘Rahmatnya Mubar’ ini, untuk diamankan ditempat parkir.

Namun entah apa yang dipikirkan pemuda ini, saat mengamankan motor bukannya segera memarkirkannya di tempat yang disediakan, namun malah membuat aksi provokasi dengan menggas motornya berulang-ulang.

Atas tindakannya itu, masa pasangan calon Bupati Mubar dan Wakilnya, Ihsan Taufik Ridwan-La Nika yang telah lebih dulu berada di halaman Kantor KPUD Mubar pun tersulut emosi.

Ratusan pendukung Paslon Ishan-La Nika pun tidak terima dengan tindakan tersebut dan beramai-ramai meneriaki serta nyaris mendekati si pemuda untuk memukuli pemuda yang tidak diketahui identitasnya karena langsung menghilang entah kemana setelah melakukan aksinya ini.

yamaha

Atas insiden ini, AKBP Yudith Satriya Hananta meminta masyarakat Muna Barat untuk tetap menjaga kenyaman dan damainya pelaksanaan pesta demokrasi secara sportif dan tidak mudah untuk terprofokasi.

“Jangan Bercermin pada Pilkada Muna, jadi jangan berlarut silahkan menentukan pilihannya sesuai hati, kalau ada provokasi jangan ditambah-tambah cukup diamkan saja, karena saya yakin Pilkada Mubar ini lebih aman dan nyaman dari pilkada daerah lain,” kata AKBP Yudith saat ditemui SULTRAKINI.COM usai menenangkan masa.

Dijelaskanya, untuk pengamanan pencabutan Nomor Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat di Kantor KPUD Muna Barat, 170 personil Kepolisian dan 1 unit Water Canon diturunkan. Ditambah 25 angggota TNI.

“Kendaraan anti massa dan semua personil baik dari Polres maupun Polsek kita kerahkan kesini,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan mengingat besarnya kekuatan masa pendukung kedua pasangan calon. Untuk pengamanan, personil akan disiagakan hingga penetapan Bupati terpilih.

“Proses Pilkada ini ada tujuh tahap, tanggal 27, 28 Oktober 2016 masuk kampanye, kita juga sudah perkirakan untuk waspada,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.