Pemprov Sultra Harap Akses Pasar bagi Petani Meluas Usai Temu Bisnis HPS

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pengembangan akses pasar melalui pemasaran produk hasil petani perlu mendapatkan perhatian untuk memperluas peluang pasar serta kemudahan untuk mengakses pasar bagi petani.

Salah satu upaya terobosan pemerintah yang dilakukan dalam meningkatkan akses pasar, yakni memfasilitasi temu bisnis secara langsung antar petani dengan pembeli (buyer), menjaring pasar ekspor antar kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang mempunyai produk dengan pelaku ekspor.

Kegiatan temu bisnis menyongsong tema membangun jejaring bisnis yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk kesejahteraan petani. Perintah mengaharapkan dapat menghasilkan output yang lebih baik lagi hingga terjadi kesepakatan kerja sama, bukan hanya menambah informasi pasar.

Temu bisnis ini merupakan salah satu rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Ball Room PlazaInn Hotel Kendari, Minggu (3/11/2019) dengan menghadirkan narasumber dari Direktur Jenderal Perkebunan Republik Indonesia serta para pengusaha.

(Baca juga: ASN Sultra Bakal Mendapatkan Beras Premium di Bawah Harga Pasar)

yamaha

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sultra, Nur Endang Abbas, mengatakan terselenggaranya temu bisnis di HPS diharapkan harga yang diterima petani akan lebih besar jika dibadingkan ketika petani memasarkan produknya melalui rantai pemasaran yang panjang.

“Tujuannya utama kegiatan ini mengidentifikasi calon-calon pembeli komoditi petani yang memiliki potensi untuk membeli produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok tani, dan membangun jaringan dan mitra usaha serta memperluas pemasaran komoditas perkebunan,” jelas Endang, Minggu (3/11/2019).

Terselenggaranya kegiatana ini bagian dari kerja sama Pemda Provinsi dan kabupaten/kota yang diketahui oleh Ditjen Horikultura Kementerian Pertanian RI.

Jumlah peserta yang hadir sebanyak 300 orang, terdiri dari 50 petani perkebunan, 50 petani horikultura, 50 petani tanaman pangan, 50 peternak, 50 eksportir, dan 50 petugas pendamping serta dari pelaku usaha dan Pemda kabupaten dan pusat.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.