Pemprov Sultra Jual Daging Sapi Rp120 Ribu Per Kilogram

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menjual daging sapi dengan harga Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram (kg) selama pelaksanaan bulan Ramadhan hingga lebaran.

 

Diungkapkan Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Sultra, Muhammad Nasir, saat ini stok daging sapi yang dipotong selama bulan ramadhan hingga lebaran masih cukup. Pemerintah juga akan berupaya mendatangkan daging sapi impor dari luar agar harga daging sapi bisa turun harganya.

 

Menurutnya, harga daging sapi untuk Sultra memang termasuk mahal, ini karena permintaan yang tinggi dan menjadi tradisi masyarakat Sultra yang sudah bertahun-tahun, untuk mengakonsumsi daging di bulan Ramadhan dam lebaran.

 

\”Sehingga kebutuhan tinggi sekali sementara supplay masih dua bulan atau tiga bulan lagi, jadi biarkanlah harga pasar,\” katanya.

 

Pada kesempatan ini, Ddeputi KPw BI Sultra Bidang Manajemen Intern dan Sistem Pembayaran, LM Bachtiar Zaadi mengatakan, kalau saat ini pemerintah sedang dalam konsen persoalan harga daging sapi, apakah benar-benar stok daging sapi kurang?.

 

Menurutnya, jika dilihat dari pernyataan Bulog dan Kementerian Pertanian yang menyatakan daging sapi cukup, tetapi kenyataan yang terjadi di pasar entah daging sapi atau stoknya yang kurang atau memang indikasi yang lain yang perlu di cari tahu.

 

Sementara itu, fungsi dari TPID sebenarnya hanya bisa mempengaruhi terkait distribusi, transportasi, dan BBM itu bisa, karena dominan pemerintah yang bisa mengendalikan.

 

Sedangkan untuk produksi, barang dan jasa yang dihasilkan oleh swasta, misalnya seperti daging sapi, ini tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah kecuali hanya sekedar bagaimana pemerintah memenuhinya.

 

\”Misalnya, stok daging sapi kurang, maka pemerintah mengambil melalui impor dan kebijakan semacam ini bisa dikendalikan oleh pemerintah. Tetapi kalau tiba-tiba mengendalikan harga daging sapi seperti tadi ada spekulasi atau penimbunan, ini yang susah,\” terangnya, Jumat (10/62016).

 

Dengan begitu, lanjut LM Bahtiar Zaidi, sekarang dari aparatur termasuk TPID akan melihat apakah ada yang memainkan stok sehingga tujuannya spekulasi harga atau tidak. Jika itu memang stok daging sapi kurang, maka pemerintah mengupayakan supaya mengumpulkan barang impor harga daging sapi agar harga daging sapi di pasar bisa turun kembali.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.