Pilkada koltim

Pemuda dan Mahasiswa di Muna Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Kogholifano

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Umumnya upaca bendera merah putih dilakukan di darat. Tapi tampak pemandangan berbeda pada momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesias di Pulau Kogholifano, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pelajar dan mahasiswa setempat melakukan upacara di dasar laut dua hari berturut-turut.

Mereka yang tergabung dalam Himpunam Pelajar dan Mahasiswa serta Pemuda Desa Kogholifano mengibarkan bendera merah putih di bawah laut tepatnya di perairan Desa Kogholifano yang merupakan Selat Buton. Pengibaran benderah berlangsung dengan penuh semangat kemerdekaan.

Di hari pertama tepat 17 Agustus 2019 upacara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Kogholifano yang dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan dan masyarakat serta beberapa kumpulan pemuda termasuk karang taruna dan komunitas pemuda pemerhati lingkungan.

Hari ini 18 Agustus 2019 pengibaran benderah merah putih kembali dilakukan dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Muna.

Syahrir, salah satu penyelam yang mengibarkan bendera merah putih menjelaskan kegiatan pengibaran bendera merah putih di bawah laut ini menjadi momen penting apalagi bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74.

“Persiapan dilakukan oleh gabungan mahasiswa yang ada di Kendari kurang lebih empat bulan mulai dari penggalangan dana sampai pada pengibaran bendera merah putih. Alhamdulillah, pemerintah desa memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Syahrir pada SultraKini.com, Minggu (18/8/2019).

Syahrir menuturkan, pengibaran bendera merah putih di bawah laut dalam rangka peringatan HUT RI di perairan Kabupaten Muna baru pertama kali dilakukan. Meski begitu, pengibaran benderah di bawah laut terlaksana dengan lancar dan berlangsung khidmat. Penyelam merupakan mahasiswa dari Desa Kogholifano yang sedang mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Kendari dan sudah memiliki sertifikat selam.

“Selain mempertahankan rasa nasionalisme, upacara bendera di dasar laut sebagai bagian dari kampanye untuk melestarikan kehidupan laut di perairan Muna,” jelas mahasiswa magister perikanan UHO tersebut.

Pilkada

Ia sampaikan, lokasi pengibaran bendera berada di bagian utara timur laut Pulau Kogholifano pada kedalaman 13 meter sampai dasat laut.

Di hubungi terpisah, Saban Rahim sebagai putra daerah asli Desa Kogholifano sekaligus penasihat mahasiswa Kogholifano di Kendari menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada mahasiswa yang telah melakukan aksi pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Kogholifano.

“Kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut yang di lakukan oleh mahasiswa, pemuda dan masyarakat Kogholifano ini sangat positif. Ini akan menjadi catatan semua bahwa Bendera Merah Putih berkibar di bawah laut Pulau Kogholifano pada tanggal 17 Agustus 2019,” tuturnya.

Ia berharap agar pengibaran bendera merah putih di bawah laut menjadi agenda setiap tahun dengan dukungan pemerintah desa dan seluruh masyarakat lebih-lebih dukungan pemerintah daerah Kabupaten Muna.

“Terlebih lagi di perairan Pulau Kogholifano memiliki potensi laut sebagai spot penyelaman karena memiliki kecerahan laut yang baik dan memiliki keanekaragaman terumbu karang dan biota laut yang sangat tinggi. Jika ini dikembangkan menjadi destinasi wisata, tentu sangat mendukung program pemerintah daerah Mai Te Wuna terkoneksi dari pantai Meleura hingga ke pulau Kogholifano serta pulau Munante dengan mengintegrasikan wisata bahari melalui pengembangan spot penyelaman (Diving Area) bawah laut,” jelas salah satu dosen Jurusan Geografi UHO tersebut.

Menurutnya, kegiatan pengibaran bendera bawah laut di Pulau Kogholifano oleh mahasiswa dan masyarakat juga memberikan pesan penting bahwa masyarakat Desa Kogholifano siap menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul sesuai tema peringatan HUT RI ke-74 yaitu SDM unggul menuju Indonesia maju utamanya unggul dalam tanggung jawab menjaga laut Pulau Kogholifano secara bersama-sama.spesies biota laut dan karang.

“Gerakan ini penting dilakukan untuk menjaga sumber daya laut dan mengembangkan kawasan konservasi perairan,” tutupnya.

 

Laporan: La Niati

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.