Iklan Clarion

Pemuda Konawe Dilatih Berantas Penyalahgunaan Narkoba di Tingkat Desa

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Daerah kerja nasional Gema Desantara bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menggelar pelatihan kader pemuda anti narkoba di salah satu hotel di Unaaha, Kabupaten Konawe, Senin (8/4/2019).

Kader pemuda anti narkoba dilatih untuk memerangi peredaran narkoba di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Pelatihan ini dihadiri Kasat Res Narkoba Polres Konawe IPTU Abdul Harist mewakili kapolres Konawe; Penjabat Sekda Konawe Ferdinand mewakili bupati Konawe, Ketua Umum DKN Gema Desantara Jaelani Asdep, Pengembangan Wawasan Pemuda Kemenpora RI Arifin Majid, serta tamu undangan lainnya.

Pj Sekda Konawe berharap, peserta pelatihan menjadi kader anti narkoba, terlebih ujung tombak pencegahan nti narkoba di desanya masing-masing.

“Peserta betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan baik, terutama materi yang dibawakan oleh pihak BNN Provinsi Sulawesi Tenggara. Mengingat narkoba sudah ancaman bagi pemuda di desa, pemuda harus paham apa itu narkoba, dan bagaimana narkoba bisa merusak jiwa raga kalian,” jelas Ferdinand.

Menurut Ketua Umum DKN Gema Desantara, Jaelani, peredaran narkoba di Konawe harus ditangani segera. Pemda juga berfokus melakukan pembangunan desa melalui sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan potensi desa. Pasalnya, baru-baru ini polisi sempat menangkap bandar narkoba di Konawe.

“Ini adalah cambuk bagi kita semua, terutama generasi muda di Konawe. Tentu ini akan menjadi dorongan semangat bagi Gema Desantara terus bergerak menyelamatkan pemuda desa dari bahaya narkoba,” ucap Jaelani.

“Kementerian Desa memberikan dana desa rata-rata 1 milyar pertahun per desa, belum lagi program dilaksanakan kementerian lain. Kalau kita tidak siap mengelola pembangunan di desa-desa, program-program oleh pemerintah di desa-desa tidak akan banyak membawa perubahan,” sambungnya.

Pelatihan kader pemuda anti narkoba oleh DKN Gema Desantara bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Konawe, Senin (8/4/2019). (Foto: Sukardi untuk SULTRAKINI.COM)

Ketua Asosiasi Kepala Desa di Konawe, Agus Priatna, mengatakan peningkatan kapasitas SDM desa, khususnya kalangan pemuda desa harus dipastikan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Sudah sangat tepat jika Gema Desantara menggelar pelatihan anti narkoba dengan tema pemuda desa bebas narkoba. Selaku perangkat desa, kami akan berusaha mendorong pemuda desa berperan aktif dalam pencegahan narkoba,” ujar Agus.

Arifin Majid selaku Asdep Pengembangan Wawasan Pemuda Kemenpora RI, menjelaskan pelatihan kader anti narkoba berlangsung di di lima kabupaten/kota dengna target terbentuk seribu kader pemuda anti narkoba.

“Diharapkan setiap kader merekrut 25 pemuda di desanya masing-masing menjadi kader pemuda anti narkoba, sehingga kader pemuda anti narkoba berjumlah 25.000 orang di Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelas Arifin Majid.

Pelatihan pemuda anti narkoba difokuskan pada kegiatan di setiap desa. “Pelatihan kader pemuda anti narkoba salah satu komitmennya (menangani penyalahgunaan narkoba),” kata Ketua Panitia Pelatihan, Rangga Pratama.

Polres Konawe sebelumnya, meringkus bandar narkoba di Kecamatan Puriala pada 7 April lalu dengan barang bukti 100 gram sabu. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan terbentuk kader yang mampu melindungi generasi dari bahaya narkoba.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.