SUARA

Pengamat: Rasak Dikelilingi Masalah, ADP dan Derik Berpeluang Menang

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, Muhammad Najib Husain menilai pasangan Adriatma Dwi Putra – Sulkarnain Kadir (ADP-SUL) dan Zayat Kaimoeddin – Suri Syahriah Mahmud berpeluang memenangkan Pilwali Kota Kendari 2017. 

Diungkapkan doktor komunikasi politik jebolan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini, pasangan ADP-SUL mempunyai kekuatan di partai pendukung yang sudah solid sejak masa pemeritahan sebelumnya. “Mesin partai sudah solid sejak masa Asrun dengan PKS dan PAN di sana,” kata Najib.

Pasangan ini, kata Najib, dapat saling menutupi kekurangan masing-masing. Hanya saja, cela pasangan ini ketika lawan-lawan politik Asrun bersatu dan sangat rentan dengan politisasi birokrasi.

Sementara pasangan Zayat Kaimoeddin – Suri Syahriah Mahmud (Derik-Suri), kata Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UHO ini, mempunyai basis massa yang tradisional. “Selain itu, Derik memiliki kesamaan dengan ADP karena didukung oleh nama besar orang tua mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Derik-Suri juga bisa berharap dari suara perempuan. Namun, Najib mengingatkan, isu perempuan ini perlu dikelola dengan baik. Sebab kalau tidak dikelola dapat menjadi bumerang bagi pasangan ini. “Pilkada di banyak tempat sudah membuktikan kalau calon perempuan banyak yang tumbang karena perempuan jarang memilih kaumnya sendiri,” ungkapnya.

Kata Najib, Derik juga memiliki kelemahan yang dapat selalu dihembuskan lawan-lawannya. “Rekam jejak Derik yang mantan narapidana bisa jadi senjata yang digunakan untuk selalu menjatuhkan Derik,” jelasnya.

yamaha

Najib menyarankan isu itu dapat ditutupi dengan visi dan misi yang merakyat. “Ini bisa dilakukan karena pemilih Kendari masih masuk kategori pemilih transisi yang cenderung tradisional,” jelasnya.

Sementara itu untuk Abdul Rasak, kata Najib, yang secara pribadi memiliki figur cukup kuat dan ditambah gaya yang low profil malah tersandera masalah yang ada di sekelilingnya. Najib merincikan, berpasangan dengan Haris Andi Surahman cukup melemahkan Rasak. 

“Ia mantan narapidana dan tidak menambah poin Rasak,” jelas Najib.

Menurutnya adanya tarik ulur di internal Golkar juga ikut mengganggu pergerakan Rasak. “Meski sudah selesai tapi ini juga cukup mempengaruhi,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, langkah Rasak untuk memasang foto Nur Alam di balihonya, belakangan tidak menguntungkan Rasak. “Nur Alam yang terkena kasus jadi penyebabnya,” terang Najib.

Oleh karena itu, kata Najib, dengan berbagai plus minus yang dimiliki setiap pasangan dan kondisi pemilih di Kota Kendari peluang ADP dan Derik lebih besar untuk memenangkan Pilwali Kota Kendari 2017.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.