Pengawasan BBM Lemah, APMS di Wakatobi jual BBM RP 9.600

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Demi meraih untung besar, APMS di Wangi-wangi Selatan menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis pertamax dengan harga Rp 9.600 per liternya. Padahal, sejak 1 April 2016, Pertamina telah menetapkan harga Pertamax di Sulawesi Tenggara sebesar Rp 8.800 per liter.

 

Namun anehnya, meski sudah mendapat kecaman dari masyarakat, kegiatan ilegal ini nampaknya luput dari pantauan tim terpadu pemantau BBM yang di bentuk oleh Pemda Wakatobi dan pihak kepolisian

 

\”Yang dilakukan oleh pemilik APMS ini Ilegal. Mau namanya perusahaan apa saja kalau masih berkaitan dengan Pemerinta maka harus mengikuti harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, jangan ikut mau sendirinya. Kecuali itu prusahaan swasta,\” kata Ketua DPRD Wakatobi, Muhamad Ali saat dimintai tanggapan.

 

Ketua DPC PDIP Wakatobi ini menilai, tim terpadu pemantau BBM dan kepolisain masih lemah dalam pengawasan harga BBM yang ada di lapangan.

 

\”Tim terpadu dan pihak kepolisian masih sangat lemah dalam pengawasan harga BBM. Sehingga kegiatan bersifat ilegal dapat berjalan tanpa tidak ada tindakan,\” ujarnya

 

Kata Muhamad Ali, beberapa bulan lalu pihaknya telah memanggil tim pemantau BBM dan pihak kepolisian untuk tegas dalam melakukan pengawasan harga BBM karena para pengusaha BBM ini masih banyak yang nakal, namun rupanya pengawasannya tidak berlangsung lama.

 

\”Beberapa bulan lalu kami sudah memanggil tim terpadu dan pihak kepolisian agar menertibkan pedagang bahkan pengusaha yang nakal, namun kami lihat mereka bekerja tidak cukup sebulan sudah berhenti lagi,\” ucapnya

 

Lanjutnya, pihaknya akan segera memanggil kembali tim terpadu yang dibentuk oleh Pemda untuk membahas persoalan ini, karena ini sangat merugikan masyarakat.

 

Sementara itu pemilik APMS tersebut, La Naane saat setelah beberapa kali di temui di Kantor APMS miliknya dia tidak berada di tempat. Bahkan setelah Sultrakini.com mencoba mengkonfirmasih melalui via SMS dia tidak membalasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.