Penguatan dan Peningkatan Modal Inti Bank Sultra Digenjot

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dalam rangka penguatan modal inti Bank Sultra, Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Keuangan Daerah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) menggelar Roadshow di Sulawesi Tenggara, Kamis (27/5/2021).

Dalam sambutannya Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif, menyampaikan melalui sinergi dan kerjasama yang baik dan erat antar lembaga ini menjadi kunci keberhasilan dalam percepatan pembangunan di wilayah Sulawesi Tenggara melalui penguatan kapasitas Bank Sultra selaku Bank Daerah. 

“Semoga kegiatan hari ini dapat menghasilkan suatu konsep serta komitmen yang kuat dari kita semua terhadap penguatan peran Bank Sultra dengan mendorong tercapainya modal inti sebesar Rp3 triliun demi peningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Sultra,” ungkap Abdul Latief. 

Abdul Latif mengatakan, Bank Sultra dalam perjalanan bisnisnya telah menghadapi berbagai dinamika dan tantangan. Yang mana hal tersebut kian memperkuat catatan kinerja sekaligus memperkokoh komitmen Bank Sultra untuk mengoptimalkan peran serta kontribusinya bagi pembangunan daerah. 

“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang ini, kami sungguh patut bersyukur karena kami masih mampu mempertahankan kinerja positif dan capaian kinerja yang baik selama tahun 2020,” katanya. 

Menurutnya, pencapaian tersebut  berkat langkah strategis yang tepat, mitigasi risiko yang kuat, serta optimalisasi elemen perusahaan secara komprehensif. Dari sisi perolehan laba bersih, perolehan jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas berhasil menunjukan tren pertumbuhan yang positif dan sekaligus membawa Bank Sultra meraih predikat “sangat bagus” di kategori bank dengan modal inti sebesar Rp1 triliun sampai dengan dibawah Rp5 triliun (BUKU 2). 

“Untuk itu kami berhak mendapatkan Diamond Trophy, yaitu penghargaan yang diberikan Biro Riset Infobank (birl) kepada bank yang mampu menorehkan kinerja “sangat bagus” dalam rentang waktu 20 tahun berturut-turut,” jelas Abdul Latif.

Lanjut dia, disamping itu akumulasi penyaluran kredit dan pembiayaan serta penghimpunan DPK juga menunjukan tren yang positif, hal ini terus diupayakan untuk menjaga stabilitas penghimpunan dana dan penyaluran kredit.

Selain itu, Dirut Bank Sultra juga menyampaikan tantangan yang di hadapi saat ini, yaitu perubahan atau disrupsi yang disebabkan oleh perkembangan teknologi yang terus berjalan. Situasi tersebut sejalan dengan meningkatnya kecenderungan nasabah yang dalam mencari alternatif layanan dan produk perbankan yang nyaman, praktis, dan aman. 

“Dalam meminimalisir dan merespons kondisi perkembangan digitalisasi ditahun 2021 ini kami telah melanjutkan langkah digitalisasi perbankan ke tahap yang lebih baik dengan bersiap untuk melounching layanan Mobile Banking dan Implementasi kartu debet,” tuturnya.

Dia berharap, kedepan akan lebih banyak lagi terobosan baru dibidang teknologi dan digital perbankan yang dapat diberikan kepada nasabah. Sehingga pihaknya sangat optimis prospek dunia usaha di tahun 2021 dan kedepan akan tetap terjaga dengan baik sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dan perbaikan kondusivitas iklim usaha.

Lebih lanjut dia menjelaskan, amanah yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan agar Bank Sultra dapat mencapai modal inti sebesar Rp3 triliun di tahun 2024 merupakan langkah optimis untuk membawa Bank Sultra menjadi tuan rumah di daerah namun hal ini tentunya perlu dukungan dari pemegang saham selaku pemilik. 

“Kami memaknai target optimis ini sebagai tantangan untuk lebih membangun tim yang solid demi menjaga pertumbuhan Bank Sultra yang Alhamdulilah hingga sampai saat masih terjaga dan Insyaallah ke depan akan tetap kita pertahankan,” paparnya

Kemudian, Dirut Bank Sultra saat menyampaikan sambutannya, Ia mengaharapkan Kementrian Dalam Negeri, Pemegang Saham, Otoritas Jasa Keuangan, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sultra, ASBANDA serta seluruh OPD se-Sultra dapat memberikan dukungan dan petunjuk untuk tercapainya Bank Sultra yang kuat dan berdaya saing tinggi. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.