Pengusaha Kuliner Kendari Bentuk Komunitas, Dipimpin Bang Reza

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sejumlah pengusaha kuliner yang eksis di Kota Kendari, Kamis (24/12/2015) sore membentuk sebuah komunitas. Tujuannya, menyatukan visi memajukan kuliner di wilayah Kota Kendari, sekaligus saling memotivasi untuk membangkitkan jiwa enterpreneur anggotanya.Komunitas Kuliner Kendari atau Triple K, begitu mereka menamai diri. Saat ini, baru sekitar 58 pengusaha kuliner yang bergabung. Mulai dari pengusaha makanan ringan, minuman, es krim, hingga makanan berat baik tradisional hingga manca negara. Rata-rata anggota Triple K merupakan enterpreneur muda. Ada yang sudah memiliki cabang usaha, ada pula yang baru mulai berbisnis. Bahkan home industri dengan hanya melayani permintaan pesanan via media sosial pun ikut dalam komunitas ini.Pemilik warung makan Bang Reza, terpilih sebagai ketua Triple K periode pertama. Pemilihan berlangsung aklamasi di Hotel Imperial Kendari. Hadir pula ketua Ahli Tata Boga Sulawesi Tenggara bersama sekretarisnya, serta ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Sultra.Bang Reza mengungkapkan, komunitas ini merupakan wadah berkumpulnya para pengusaha kuliner di Kota Kendari, untuk saling berbagi, memotivasi hingga saling membantu dalam hal promosi.”Pengusaha muda yang kreatif di Kendari ini banyak. Hanya mereka nggak tau mau bagaimana. Makanya melalui wadah ini, kita ngumpul sambil berbagi. Mulai dari yang udah punya gerai dimana-mana, sampe yang baru mulai berbisnis kuliner kita rangkul,” katanya.Nantinya, komunitas ini merencanakan berbagai agenda. Seperti menyelenggarakan festival kuliner, demo masak, hingga promo bersama. Bahkan, melalui organisasi ini, akan mengusahakan tempat jualan representatif bagi para anggotanya, tanpa perlu menyewa tempat dengan biaya mahal.”Kita juga akan melakukan dialog dengan pemerintah melalui instansi terkait, tentang berbagai hal termasuk pajak, cara membuat perizinan, dan sebagainya. Yang pasti kita ingin saling berbagi, memotivasi, terutama bersilaturahim yang ujung-ujungnya rezeki. Banyak silaturahim banyak rejeki, kan,” ungkap Bang Reza.Ketua Ahli Tata Boga Sultra, Nani, mengapresiasi terbentuknya komunitas ini. Sebab menurutnya, saat ini banyak pengusaha muda baru yang mulai mengembangkan kemampuan dalam usaha kuliner. Sehingga perlu adanya wadah untuk menyatukan visi dalam pengembangan usaha.Ketua PHRI Sultra, Hendra Sukarno pun mengaku bangga dengan adanya komunitas ini. Triple K nantinya akan menjadi underbow PHRI asal konsisten dan tetap di jalurnya dalam upaya pengembangan usaha kuliner di Kota Kendari.Salah seorang dewan penasehat Triple K, Imam menyarankan organisasi ini memiliki legalitas, agar nantinya mendapat pengakuan secara resmi dari pemerintah. Sehingga, akan memudahkan koordinasi dan komunikasi antar lembaga.Para pengusaha muda pun merasa senang dengan terbentuknya Triple K. Seperti disampaikan Suri Fatma, seorang pengusaha home industri yang baru memulai bisnisnya dari rumah. Dia mengaku butuh motivasi dan tips dari sesama pengusaha kuliner untuk mengembangkan usahanya.Begitu pula pemilik Waroengkoe, salah satu warung kopi sekaligus penyedia makanan siap saji di Kendari. Dia mengaku segan bertemu bahkan kadang juga dihindari sesama pengusaha sejenisnya, karena dianggap sebagai pesaing. Padahal tidak ada maksud untuk ‘berperang’ dalam bisnisnya.Laporan: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.