Iklan Clarion

Perampingan Honorer Dinkes Buteng, Tim Independen Diminta Dibentuk

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Puluhan honorer Dinas Kesehatan Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), menuntut proses rekrutmen terbuka pada perampingan honorer di instansi tersebut, Selasa (9/1/2018).

Perampingan honorer kesehatan disinyalir dilakukan secara sepihak, atau tak melalui mekanisme yang tepat. Atas dasar itu, honorer menginginkan adanya tim independen yang bertugas melakukan seleksi terbuka. Termasuk mempertimbangkan lama kerja dalam pengangkatan itu.

“Kami meminta Dinkes untuk menuntaskan persoalan isu SK ilegal yang beredar di kalangan honorer kesehatan yang ada di Buteng. Kemudian kami juga berharap, semua persoalan ini mendapat solusi yang tepat untuk para honorer kesehatan, karena semua honorer yang tidak masuk didaftar nama tersebut sudah diberhentikan,” kata Koordinator Aksi Damai, Rizal dalam orasinya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Buteng, Saharin membantah terkait isu SK magang yang dikeluarkan oleh Dinkes. Bantahan didasari atas belum adanya panitia seleksi yang disusun oleh Pemda.

Baca Juga

“Terkait honorer yang diputuskan sepihak oleh kepala Puskesmas, kami minta agar kembali bekerja. Kami akan menyampaikan melalui SMS yang disusul surat resmi, agar tenaga honorer sebanyak 486 orang diakomodir kembali,” jelas Saharin.

Dia menambahkan, terkait proses seleksi terbuka untuk rekruitmen tenaga honorer telah dikoordinasikan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Termasuk dibentuknya tim independen untuk mengawal proses rekrutmen.

“Tetapi jangan menuntut gaji, kalau tidak tercover dalam seleksi tersebut. Dan terkait nama-nama yang telah diisukan itu, mereka juga belum tentu lolos, karena akan diseleksi secara profesional dan terbuka,” tambah Saharin.

Laporan: Ali Tidar

Komentar
Loading...