Perawat di Sultra akan Sukseskan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bersama Ikatan Perawat Komunitas Indonesia (IPKI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar seminar kesehatan untuk mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Ball Room Hotel Athaya Kendari, Minggu (22/12/2019).

Acara menyongsong tema intervensi Keperawatan dalam program Indonesia sehat untuk mencapai standar pelayanan minimal kesehatan tersebut, dihadari 350 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan perawat yang mengabdikan diri pada rumah sakit maupun puskesmas di kabupaten dan Kota Kendari.

Ketua IPKI Sultra, La Ode Saltar, mengatakan Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Program ini didukung oleh program sektoral lainnya, yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera.

Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama pembangunan kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui rencana strategis Kementerian Kesehatan 2015 sampai 2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.

“Kegiatan ini dilakukan karena banyak masalah yang ditemui pada perawat yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas, sedangkan program PIS PK sudah masuk tahap intervensi dan banyak perawat belum tahu apa yang mau dilakukan,” terang Saltar, Minggu (22/12/2019).

Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN 2015-2019, yaitu meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, meningkatnya pengendalian penyakit, meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.

Kampus

“Sebenarnya perawat yang harus ia lakukan pada program PIS PK ini, yaitu praktik kesehatan kepada masyarakat dengan asuhan keperawatan. Hal inilah yang akan menjadi pembahasan pokok pada seminar kali ini,” jelas Saltar.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Seminar, Asminarsih menerangkan tujuan yang harus dicapai pada kegiatan tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang intervensi keperawatan komunitas yang dapat digunakan untuk mencapai Indonesia sehat.

“Tujuan lainnya sebagai progam IKKPI Sultra yang akan berakhir kepengurusannya tahun ini, maka ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk lebih mempererat persahabatan dan persaudaraan bagi para perawat komunitas di Sultra dan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa,” ujar Asminarsih.

Untuk diketahui, Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama, yaitu penerapan paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat.

Kedua, penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan.

Ketiga, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan manfaat (benefit), serta kendali mutu dan biaya. Kesemuanya itu ditujukan kepada tercapainya keluarga-keluarga sehat.

(Baca juga: Lantik Pengurus Baru, IDI Sultra akan Dukung Program Sultra Sehat 2023)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.