Oleh : Edi Sulkipli PenelitiEpicentrumPolitica

KabupatenKolaka termasuk salah satu daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak dari171 daerah di Indonesia tahap III 2018 mendatang. Dibanding Konawe dan Bau-Bau yamg cukup riuh, Kolakatermasuk daerah yang adem ayem dalam menghadapi pilkada serentak 2018.
Perempuan dalam Persaingan Perebutan Kursi 01 Kolaka
Perempuan dalam Persaingan Perebutan Kursi 01 Kolaka

Hal initerlihat di sepanjang jalan dan kota dikolaka mulai dari APK (alat peragakampanye) yang terbilang sangat kurang,serta isu “seng adalawan” yang di hembuskan darimasyarakat kolaka terhadap figurincumbent yang hendak mencalonkan diri kembali.

Namun Isu“seng ada lawan” perlahan-lahanmulaiterbantahkan dengan hadirnya sosokcalon perempuan, AsmaniArif. Asmani Arif tampil ditengah dominasi patriarki dalampanggung kekuasaan di Kolaka selama ini. Dengan mengusung tagline“Berani Bersama Asmani Arif”, ia hendak menyampaikan pesan ke masyarakat Kolaka,bahwa perempuan juga bisa memimpin. Terlebih ia telah mendaftarkandiri di beberapa partai politik denganharapan akan mengusung dirinya sebagai calon kepala daerah Kolaka.

Selain Asmani Arif, PilkadaKolaka 2018 mendatang kemungkinan akan diramaikan oleh para petarung lama, mereka yang pernah bertarung pada Pilkada Kolaka2013 lalu. Sebutlah diantaranya, SabaruddinLabamba yang pada Pilkada 2013lalu berpasangan dengan Farhat Abbas yangwaktu itu maju dari jalur independen. Kemudian Amir Sahaka jugatelah menyatakan diri siap maju di pilkada Kolaka 2018 mendatang, setelah sebelumnya hanya mampu menempati urutankedua saat berpasangan dengan Parmin Dasir pada Pilkada Kolaka 2013 lalu..

Jika tiba pada tahapan pendaftaran pasangan calon padaJanuari 2018 mendatang, hanya Asmani Arif satu-satunya calon perempuan, makaakan menjadi sangat menarik. Asmani akan berpotensi meraih dukungan, tidak sajadari kalangan perempuan, tapi pemilih pemula yang kurang atau tidak puas dengankepemimpinan incumbent selama ini. Asmani akan meraih simpati sebagai satu-satunyaperempuan yang berani bertarung. Itu akan menaikkan nilai jualnya di matapemilih. Bahkan bisa jadi, Pilkada Kolaka 2018 akan head to head antara Asmani melawan incumbent.

Menakar Kekuatan

AsmaniArif telah diusung dua partai yaitu Golkar 3 Kursi dan PKS 3 Kursi sehinggasyarat mengusung palingsedikit 20 % dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Daerah atau 25 % dari akumulasiperolehan suara sah dalam Pemilihan DPRD yang diatur dalam pasal 40 ayat 1 Undang-UndangNomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota MenjadiUndang-Undang, telah memenuhi syarat dukungan.Jika tidak ada perubahan arah dukungan partai, maka Asmaniakan menjadi salah satu calon kepala daerah Pilkada Kolaka 2018. Bahkan jugamenjadi satu-satunya calon perempuan yang bertarung.

Kemudian keseriusan AsmaniArif dalam memantapkan niatannya untuk bertarung di Pilkada Kolaka Asmani Arif ditunjukan denganmenggandeng Sahrul Beddu sebagai pasangannya.Tentu ia tak asal memilih, Asmani mempertimbangkan kualitas dan keterkenalanSahrul Beddu yang juga Anggota DPRD Provinsi SulawesiTenggara Dapil V Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur, serta Ketua DPD KNPI ProvinsiSulawesi Tenggara, untuk membantunyamelenggang ke kursi 01 Kolaka.

Pengalaman bertahun-tahun di birokrasi sebagai KepalaDinas Perindustrian, Perdagangandan Koperasi Kolakamembantunya dalam melihat masalah makro dan mikro mayarakat Kolaka. Ini menjadi modal untuk memetakan masalah dan mencarisolusi jika kelak terpilih sebagai kepala daerah Kolaka.

Dan lebih penting lagi, Asmani telah memulai membangun budaya politikyang baik. Bahwa perempuan jangan takut untuk masuk ke gelanggang politik. Inibukan soal kalah atau menang, tapi keberanian untuk menunjukan dan membuktikandiri. Soal kemenangan, serahkan kepada rakyat pemilih. 

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations