SULTRAKINI.COM: Jakarta - Menurut Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Indonesia (Kemenristekdikti), kondisi pendidikan tinggi di Indonesia memang sudah mengalami loncatan besar beberapa tahun belakangan.

Perkembangan Pendidikan Tinggi Masih Jauh dari Nawacita
Perkembangan Pendidikan Tinggi Masih Jauh dari Nawacita

Namun, masih jauh dari ambisi Nawacita. Ada beberapa peran di luar pemerintah yang harus ikut membantu meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

"Selain peran Pemerintah, ada beberapa peran lain yang diharapkan dapat ikut membantu meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Ini membutuhkan kerjasama semua pihak," ujar Staf Ahli Akademik Kemenristekdikti, Paulina Pannen dalam Media Workshop yang bertema 'Indonesia Needs to Create Game Changers for A Better Quality Future Generation' di Sampoerna University, Jakarta Selatan, Rabu (25/10). 

Ia menjelaskan peran pertama adalah PPP (Public Private Partnership), di mana sektor swasta diharapkan dapat berkontribusi pada program-program pemerintah. 

Peran kedua adalah sektor bisnis dan industri, di mana mereka dapat membantu mahasiwa perguruan tinggi dengan membuka tempat praktik maupun magang. 

Dua peran terakhir merupakan peran masyarakat dan media. Paulina menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya milik pemerintah, namun milik bersama. Masyarakat berperan dalam memberikan pendidikan karakter yang baik dan bermanfaat. 

Sedangkan media dan segala pemberitaannya berperan dalam menyuarakan kebijakan-kebijakan Pemerintah di dalam dunia pendidikan kepada berbagai pihak. 

"Kelima pilar ini secara bersama-sama diminta untuk saling membantu agar perkembangan dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia semakin membaik," tutupnya.


Sumber: Metrotvnews.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations