SUARA

Pertemuan Terbatas dengan Warga Puncak Harapan, SMS Berjaya Paparkan Program Prioritas

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Seratusan masyarakat Puncak Harapan Desa Laulo, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka menghadiri pertemuan terbatas dengan calon Bupati dan Wakil Bupati Kolaka periode 2018-2023, Ahmad Safei dan Muh. Jayadin (SMS Berjaya) di salah satu rumah warga di kampung tersebut.

Masyarakat kampung Puncak Harapan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan poros trans Sulawesi itu, melakukan tatap muka sekira 60 menit. Dalam pertemuan itu, pasangan dengan nomor urut 1 ini, memaparkan sembilan program prioritas yang menjadi unggulan. Misalnya, pemenuhan kesehatan, pendidikan, dan peningkatan spiritual generasi melalui rumah penghafal Quran.

Sebagai bentuk keseriusan masyarakat Puncak Harapan, mereka pun merinci satu persatu dari sembilan program prioritas tersebut. “Jadi memang brosur yang dibagikan itu berisi program kerja. Ini yang kami perhatikan baik-baik. Kalau seperti ini kan ada dasar kami untuk menentukan pilihan,” kata amrin, salah satu warga kampung Puncak Harapan, Jumat (16/3/2018).

Kampung yang terletak di pegunungan Samaturu ini, didominasi oleh petani sehingga mereka pun mencoba untuk berdialog dengan petahana tersebut apa yang menjadi kekurangan di kampung mereka. Salah satu yang mereka harapkan adalah fasilitas jalan dan penerangan.

Apa yang menjadi harapan dari masyarakat Puncak Harapan, dijawab oleh Ahmad Safei. Bupati yang sementara cuti tersebut memberikan pencerahan atas yang menjadi kebutuhan masyarakat Puncak Harapan.

yamaha

“Jadi kalau masalah listrik, kami akan membantu untuk memfasilitasi dengan PLN karena memang itu wewenang mereka. Tapi percayalah kami tidak akan tinggal diam. Kami tidak akan membiarkan masyarakat di Kolaka untuk tidak merasakan fasilitas dasar,” kata Ahmad Safei.

Dikarenakan masih berstatus kampung, Ahmad Safei mengajak kepada masyarakat membangun rumah mereka masing- masing di lokasi yang bersebelahan dengan jalan besar di kampung tersebut.

“Saat ini saudara-saudara kita masih banyak yang tinggal dan buat rumah ditengah kebun. Kalau kita mau bersatu membentuk suatu kompleks perkampungan maka di sini bisa tercipta satu pemerintahan skala desa lagi. Jelasnya program kami itu sudah berjalan dan akan kami lanjutkan,” tegasnya.

Apa yang dijelaskan dan dialog tercipta antara Ahmad Safei dan masyarakat mendapat respon yang positif dari masyarakat. Mereka juga diminta jangan apatis, melainkan menjadi masyarakat yang peduli dengan demokrasi.

“Kami juga diberi pencerahan untuk tidak menjadi pemilih yang berharap serangan fajar, sebab itu melanggar. Kami juga sebagai masyarakat biasa perlu pencerahan seperti itu,” ucapnya.

 

Laporan: Zulfikar/Suparman Sultan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.