Iklan Clarion

Perubahan Biologis menjadi Alasan Pentingnya Pendidikan Reproduksi Remaja

SULTRAKINI.COM: Maraknya penyakit reproduksi yang menyerang para wanita, menjadi perhatian publik khususnya para wanita yang peduli dan berupaya untuk mencegah hal tersebut, melalui kegiatan upaya pencegahan yang dilakukan diharapkan membawa dampak yang sangat baik di lingkungan pondok pesantren khusunya masyarakat pada umumnya.

Kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja putri sangat penting untuk diberikan karena diusia remaja banyak perubahan yang terjadi secara biologis. Kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi pada 20 Agustus 2018 itu, dikemas dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh dosen Stikes Mandala Waluya Kendari, yaitu Ratna Umi Nurlila, S.Si., M.Sc.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi sangat penting sehingga perlu pendampingan. Apalagi tempat pelatihan ini dilakukan pada remaja putri yang bersekolah di lingkungan pondok pesantren Darul Muhlisin.

Kegiatan ini dilaksanakan mengingat banyaknya kasus penyakit reproduksi yang banyak terjadi pada kaum wanita, seperti kanker serviks, HIV Aids, disminor primer dan sekunder menjelang haid yang secara komprehensif sangat merugikan kaum wanita.

“Penyakit akan muncul karena prilaku hidup yang kurang sehat, di samping itu pengetahuan yang kurang tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sangat berisiko menyebabkan terjadinya penyakit yang bahkan mematikan wanita tiap menit ini,” kata Ratna Umi Nurlila dalam rilisnya kepada SultraKini.Com.

Di lingkungan pondok pesantren Darul Muhlisin banyak remaja putri yang selain menimba ilmu agama juga ilmu pengetahuan, sehingga diharapkan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan kesehatan reproduksi ini akan menjadikan prilaku hidup yang lebih sehat, sehingga masa depan yang cemerlang kedepanya akan digapai.

Sumber: Ratna Umi Nurlila, S.Si., M.Sc (Dosen Stikes Mandala Waluya Kendari)
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.