Iklan Clarion

Pesantren Ummusshabri Kendari Sholat Gerhana Berjamaah, Ini Hikmah GMT

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pesantren Ummusshabri Kendari melakukan Sholat Sunnah Gerhana saat terjadi Gerhana Matahari Total meski di Kendari Sulawesi Tenggara tidak penuh seperti di Palu. Jamaah terdiri dari kalangan siswa hingga masyarakat Kendari. Mereka bersama melaksanakan ibadah di masjid kompleks pesantren itu.Shalat Gerhana dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah. Ada hikmah ketika terjadi gerhana ini, yakni sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Sehingga setiap orang takut dan tersadar akan perbuatan maksiat.\”Bukti bahwa matahari, bulan, dan alam semesta bukan untuk disembah. Tapi ada Allah SWT yang menciptakan alam semesta,\” ucap Sekretaris Yayasan Pesantren Ummussabri Kendari, Muhammad Anwar.Selain itu, menurut Ustad Ummussabri itu, juga sebagai gambaran atau bukti Yaumal Kiamah atas kekuasaan Allah SWT. Sehingga perlu disikapi dengan zikir dan mohon ampun kepadaNya.Pelaksanaan shalat dilaksanakan di awal terjadinya Gerhana Matahari, dan berakhir saat Gerhana Matahari Total terbentuk.Pancaran sinar matahari di Kendari tampak agak gelap dari biasanya, sekitar pukul 08.30 Wita. Suasana langit Kota Kendari yang mendung, tampak makin mendukung situasi.(C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.