Iklan Clarion

Pesawat Mekongga Air Lines Terbakar, Satu Orang Meninggal

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Sebuah pesawat rute Makassar-Kolaka mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Bandara Sangia Nibandera (Saniban) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (19/12/2017). Pesawat diketahui milik Mekongga Air Lines tersebut, tergelincir dan mengalami kebakaran di bagian belakang pesawat. Akibat insiden itu, puluhan penumpang terluka dan satu orang dikabarkan meninggal.

Pesawat Mekongga air lines dengan nomor penerbangan MK 0291 bertolak dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Bandara Saniban. Namun dikarenakan roda belakang pesawat tidak berfungsi saat pendaratan di bandara Saniban, mengakibatkan pesawat tersebut tergelincir. Apalagi kondisi landasan bandara licin setelah diguyur hujan lebat.

Pesawat yang memuat penumpang sekitar 60 orang tersebut, mengalami kebakaran hebat pada bodi pesawat bagian belakang sesaat setelah tergelincir yang membuat pintu darurat pesawat tidak terbuka. Akibatnya, para penumpang terjebak di badan pesawat.

Pertolongan pertama kemudian dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dan petugas bandara yang selalu berjaga untuk memadamkan api dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Tim SAR gabungan dari berbagai instansi juga dengan cepat bergerak ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan kecelakaan tersebut. 

Upaya pertolongan berlangsung dramatis, sebab untuk mengeluarkan penumpang tim SAR harus membuka paksa pintu darurat. Setelah upaya itu dilakukan. Penumpang dengan cepat dievakuasi. Beberapa dari mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara korban luka dan patah tulang, langsung dilakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan pesawat ini dikabarkan satu penumpang meninggal akibat luka bakar serius yang dideritanya.

Insiden tersebut, rupanya simulasi penanganan atau pertolongan pertama ketika terjadi peristiwa serupa yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi di Bandara Sangia Nibandera (Saniban) Kabupaten Kolaka. Begitupun nama pesawatnya yang dibuat sedemikian rupa untuk menjiwai simulasi tersebut.

Kepala Bandara Saniban, Rodi mengatakan simulasi itu merupakan upaya pihaknya mengantisipasi kejadian kecelakaan pesawat yang mungkin bisa terjadi agar diminimalisir jatuhnya korban.

“Kita kondisikan seperti kejadian sebenarnya, kita ingin agar semua siap dan bisa mengantisipasi jika ada yang terjadi seperti ini, kita kondisikan pesawatnya tergelincir akibat roda belakang rusak,” jelas Rodi, Selasa (19/12/2017).

Laporan: Mirwan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.