Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Petani Buton yang Diterkam Buaya Belum Ditemukan

SULTRAKINI.COM: BUTON – Satu orang warga Desa Ambuau Togo, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton yang dikabarkan diterkam buaya belum ditemukan hingga kini, Selasa (6/8/2019). Korban diketahui bernama Andri (30) yang kabarkan diterkam buaya pada Senin (5/8) kemarin sekitar pukul 17.00 Wita.

Salah seorang perangkat Desa Ambuau Togo, Amiruddin, mengatakan awalnya Andri yang bekerja sebagai petani tersebut mengambil air di sungai untuk menyiram tanaman sayur di kebunnya. Namun, naas bukannya mendapatkan air, malah dia diterkam buaya.

“Kemarin itu sementara mau ambil air untuk siram sayurnya, turun pertama belum, tapi pas turun kedua itu langsung diterkam buaya,” terang Amiruddin di sekitaran Sungai Malaoge, Selasa (6/8/2019).

Ketika buaya itu menerkam korban, lanjutnya, istri korban Wa Ida sempat mau menyelamatkan suaminya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Istrinya sempat lari mau selamatkan tapi tidak sempat mi,” ujarnya.

Amiruddin menceritakan, di lokasi tersebut sudah tiga kali terjadi insiden serupa sepanjang 2019. Air di Sungai Malaoge disebut sering digunakan warga setempat untuk menyirami tanaman mereka di kebun. Dia juga tidak menapik bahwa lokasi itu terdapat buayanya dan sering terlihat di pinggir sungai untuk berjemur pada pagi hari.

“(Air) sungai ini sering digunakan untuk siram tanaman, ini sudah ketiga kalinya terjadi di Sungai Malaoge. Di sini memang banyak buaya, setiap pagi naik berjemur di pinggir-pinggir sungai,” jelas Amiruddin.

Pantauan Sultrakini.com, tim SAR Basarnas dibantu warga setempat melakukan pencarian korban. Sejumlah warga juga nampak berkerumun di sekitaran sungai untuk menyaksikan proses pencarian.

Kabar korban diterkam buaya diterima tim rescue pos SAR Baubau di hari kejadian dan berkoordinasi dengan instansi terkait beserta keluarga korban.

Tim juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Direncanakan, pencarian korban hari ini dibantu perahu karet karena banyaknya potongan bambu dan batang kayu serta air sungai yang dangkal. Pihaknya juga memutuskan untuk merubah akses turun ke lokasi dengan membuka jalur baru.

Proses pencarian korban turut melibatkan unsur Polsek Lasalimu, Babinsa Lasalimu, masyarakat, dan keluarga korban,

Laporan: La Ode Ali
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.