Iklan Clarion

Pilih-pilih Kerjaan, Orang Kota Dominasi Jumlah Pengangguran

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tipikal orang kota (urban) yang cenderung pemilih terhadap jenis pekerjaan yang akan dilakoni, menyebabkan angka pengangguran tidak banyak berubah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penyumbang jumlah pengangguran tertinggi adalah masyarakat kota.

BPS Sulawesi Tenggara mencatat Tingkat Penggguran Terbuka (TPT) di Sultra pada Agustus 2018 sebesar 3,26 persen, sedikit menurun dibandingkan tahun 2017 lalu pada periode yang sama, yakni sebesar 3,30.

Jumlah tertinggi ada di Kota Kendari sebesar 6,04 persen, disusul Baubau 5,75 persen, Muna 5,61 persen, Buton Tengah 4,45 persen.

Lalu Konawe Utara 3,59 persen, Buton Selatan 3,52 persen, Kolaka Timur 2,76 persen, Konawe Selatan 2,62 persen, Muna Barat 2,62 persen, Wakatobi 2,43 persen, Konawe 2,30 persen, Kolaka 2,18 persen, Buton Utara 1,76 persen, Buton 1,60 persen, Kolaka Utara 1,53 persen, Konawe Kepulauan 1,19 persen, dan yang terendah adalah Kabupaten Bombana sebesar 0,70 persen.

“TPT perkotaan lebih tinggi daripada pedesaan, disebabkan masyarakat desa lebih memilih bekerja sesuai kemampuan fisiknya. Sementara masyarakt kota mau bekerja sesuai profesi keilmuannya,” kata Kepala BPS Sultra, Mohamad Edy Mahmud, Senin (5/11/2018).

Jumlah pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan, terbesar merupakan alumni SMK sebanyak 6,51 persen, disusul Diploma I, II, III sebanyak 6,13 persen, lalu alumni SMA 5,17 persen, universitas 4,61 persen, SMP 2,40 persen dan terendah SD kebawah 1,11.

Sebaliknya, masyarakat yang banyak bekerja menurut tingkat pendidikan, tamatan SD ke bawah 450.08 orang, SMP 196.64 orang, SMA 280.31orang, lalu SMK , Diploma I, II, III 39.85 orang, dan alumni universitas 178.154 orang.

BPS Sultra memaparkan data TPT di Sultra periode Agustus 2018 Senin (5/11/2018) (Foto:Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

Jumlah angkatan kerja di Sultra pada Agustus 2018 sebesar 1.248.212 orang, bertambah 47.607 orang atau 2,37 persen dari Agustus 2017 lalu yang mencapai 1.200.605 orang.

“Jumlah angkatan kerja Sultra dari Agustus 2017 sampai Agustus 2018 mengikat 2,37 persen atau naik 1,08 poin,” ucap Edy.

Status pekerjaan utama yang paling banyak adalah karyawan/buruh dan guru sebesar 33,08 persen atau 399.396 orang. Di posisi kedua adalah berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 20,31 persen (245.247), kemudian pekerjaan keluarga 19,11 persen (230.815).

Sedangkan yang berusaha sendiri atau mandiri sebanyak 18,82 persen (227.259), pekerja bebas 4,75 persen (57.311) dan berusaha dibantu karyawan tetap 3,93 persen (47.460).

Laporan: Wa Rifin
Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.