Pilihan Ridwan Bae Keluar dari Bursa Pencalonan Gubernur Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dikatakan Ridwan Bae, mundurnya ia dari bursa pencalonan Partai Golkar pada pemilihan gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018-2023, dikarenakan alasan tertentu. Keputusanya itu, langsung dilontarkan dihadapan para kader Golkar dalam rapat pimpinan daerah khusus (Rapimdasus) yang menghadirkan pengurus di 17 kabupaten/kota.

Sejak dihembuskannya bursa pencalonan gubernur, dirinya mulai aktif mengkampanyekan diri melalui beberapa baliho dan informasi media masa sehubungan kandidat terkuat yang digadang-gadangkan lewat pintu Partai Golkar.

“Pertimbangan saya sederhana, berani maju berani mundur dalam artian bahwa diperlukan satu pemikiran yang jauh, saya melihat bahwa kita perlu mempersiapkan kader Golkar yang pada saatnya kita tampilkan lebih sempurna. Persoalan mundur, ini persoalan daerah, artinya saya boleh maju saya boleh mundur bukan berarti saya mundur meninggalkan partai Golkar, tapi mundur justru untuk lebih mendorong dan meningkatkan harkat dan martabat melalui pemenangan pemilu di Sultra untuk partai Golkar,” ujar Ridwan Bae usai Rapimdasus Partai Golkar di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (23/9/2017).

Sebagai seorang politisi senior, ia memiliki target politik. Serta tetap memilih dijabatannya saat ini sebagai wakil rakyat. Hal yang bisa dilakukan selama masih di DPR termasuk untuk membangun beberapa hal di dapilnya di Sultra, seperti membangun jabatan penghubung antar kabupaten di Sultra.

“Saya ingin sekali membangun jembatan penghubung Muna-Buton dan Muna-Kendari segera diselesaikan termasuk jalur kereta api itu bisa terwujud, itu sudah masuk dalam perencanaan di 2018,” kata Ridwan Bae.

yamaha

Untuk dipartai, dirinya memiliki target untuk memenangkan semua jejaring. Dengan tidak majunya dirinya di Pilgub Sultra, membuatnya lebih leluasa dan memudahkan untuk membangun partai termasuk membina pengurus-pengurus DPD II partai yang tidak konsisten terhadap partai, tidak menjaga daerah pemilihan (Dapil) dan tidak membina kader dengan baik maka tidak akan segan-segan untuk memberhentikan sesuai mekanisme partai.

“Karena saya ingin betul setiap daerah harus memenuhi satu pintu termasuk provinsi, kalau tidak sampai memenuhi pintu sampai 2019, saya akan mundur pada saat itu juga, karena pengalaman dengan tujuh kursi baru-baru tidak cukup satu itu menggelikan bagi saya harus keliling mencari satu kursi dipartai lain, itu sangat menggelikan,” pungkasnya.

(Baca: Dua Nama Mencuat Pasca Ridwan Bae Mundur di Bursa Pencalonan Partai Golkar)

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.