SUARA

Pimpin PDIP Sultra, Ini Kata Abu Hasan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Berdasarkan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Abu Hasan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sultra periode 2019-2024.

Abu Hasan mengungkapkan, PDIP adalah partai besar sehingga membutuhkan karya yang besar pula. Katanya masa kepimpinan Hugua selama sepuluh tahun menunjukan prestasi dan dedikasi politik yang tinggi.

“Saya harus banyak belajar dari Hugua, karena amanah yang diberikan kepada saya ini selain harus saya jalankan lima tahun pada saat yang bersaman juga saya masih menjabat sebagai bupati,” ujarnya dalam Konferensi Daerah (Konferda) V PDIP Sultra, Sabtu (27/7/2019).

Abu Hasan menuturkan, tugasnya pertama baru saja selesai yaitu menyusun komposisi pengurus DPD PDIP Sultra, yang di dalamnya dihimpun mulai dari keterwakilan pengurus lama, perempuan, aspirasi daerah dan keterwakilan tokoh umat beragama serta keterwakilan kelompok profesi.

“Dengan hanya jumlah 23 orang sudah barang tentu tidak bisa mewahdai semua aspirasi, keinginan dan kepentingan. Tapi formatur sudah bekerja keras dan alhamdulillah hasilnya sudah dibacakan,” tuturnya.

yamaha

Tugas kedua lanjut Abu Hasan, merampungkan hasil konferda untuk dijalankan sebagai amanah organisasi serta menjabarkan hasil kongres dan semua keputusan kongres untuk diimplementasikan.

“Muda-mudahan partai ini tetap menjadi partai pelopor dan tetap menjadi partai perjuangan. Sebagai partai pelopor saya bersama kawan-kawan akan selalu bekerja keras untuk mengsejahterakan rakyat Sultra. Dan sebagai partai perjuangan, kita harus terus berjuang agar partai ini tetap menjadi partai yang besar, sebagai partai yang memenangkan Pilcaleg, memenangkan Pilkada, serta memenangkan Pilpres 2024,” tegasnya.

Untuk mewujudkannya harus dilakukan konsolidasi. Pertama kata Abu Hasan, konsolidasi ideologi dengan terus memupuk dan menghidupkan semangat multikultralisme, sehingga tidak ada sekat kesukuan, agama maupun sosial ekonomi.

“Kita semua satu kesatuan yang bekerja dengan semangat dengan ideologi gotong royong. Semangat gotong royong menjadikan kita kuat dan dengan semangat itu pula kita menang. Tanpa gotong royong kita pasti kita lemah dan kalah, siapa yang kalah sudah pasti menderita dan kita tidak ingin PDIP menjadi partai yang menderita termasuk kader-kadernya dimasa yang akan datang,” terangnya.

Laporan: La Niati
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.