SULTRAKINI.COM: KENDARI - Peran perempuan yang terlibat aktif dalam segala sendi kehidupan masyarakat tidak bisa dipungkiri banyak membawa perubahan signifikan ke arah yang lebih baik. Berangkat dari sejarah, ada banyak perempuan yang mampu mempelopori sebuah gebrakan hebat demi kemajuan bangsa, khususnya kaum perempuan.

PKS: Perempuan Sebagai Kebanggaan Keluarga Juga Pelopor di Lingkungan Masyarakat
kegiatan Pembekalan Konsultan Keluarga, Kader Pelopor, dan Tokoh Perempuan PKS.

Sebut saja Dewi Sartika dalam bidang pendidikan, juga RA. Kartini yang pemikirannya selalu menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia dari generasi ke generasi. Bahkan, kita juga mengenal pahlawan perempuan yang ikut berlaga mengusir penjajah seperti Cut Nyak Dien, Kristina Martha Tiahahu dan lainnya.

Tetapi menjadi penting untuk diingat bahwa keterlibatan perempuan di tengah masyarakat, seyogyanya tidak membuat perannya di tengah keluarga sebagai istri yang taat suami sekaligus sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya, menjadi timpang.

Dibutuhkan manajemen yang apik untuk menjaga agar peran domestik dan peran publik seorang perempuan bisa berjalan secara seimbang.

Menyadari hal itu, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Sultra, mengadakan kegiatan Pembekalan Konsultan Keluarga, Kader Pelopor, dan Tokoh Perempuan PKS.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman Konsultan Keluarga, Kader Pelopor dan Tokoh perempuan PKS terkait pentingnya peran dalam menebar manfaat di tengah masyarakat," kata Ketua Panitia Kegiatan, Syamsuriati Musadar, dikegiatan yang berlangsung pada 21-22 Oktober 2017 yang diikuti 80 orang.

Ditambahkan Ketua BPKK DPW PKS Sultra, Wa Ode Rosmiarni, perempuan PKS harus ikut terlibat di dalam lingkungan masyarakat dengan maksud untuk mewujudkan masyarakat ke arah lebih baik. "Tanpa menanggalkan perannya sebagai seorang ibu sekaligus istri dalam keluarga," ujar Rosmiarni.

Menurut Ketua Dept. Pengembangan Kapasitas Perempuan DPP PKS, Dwi Septiawati selaku pemateri di pembekalan tersebut, ada banyak penyakit sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, seperti dekadensi moral, degradasi nilai-nilai kemanusiaan, salah satu pemicunya adalah lemahnya peran institusi keluarga sebagai benteng pertahanan dari ancaman serangan kemajuan teknologi.

"Keluarga tidak lagi menciptakan atmosfer bahagia bagi seluruh penghuninya. Karenanya, setiap perempuan pelopor dan tokoh perempuan PKS harus selalu bahagia dan melibatkan Allah dalam melakukan kegiatan dakwah dan mengajak kebaikan kepada masyarakat," jelas Dwi.

Acara Pembekalan Konsultan Keluarga, Kader Pelopor, dan Tokoh Perempuan PKS dibuka secara resmi oleh Ketua DPW PKS, Sulkhani di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations