PKS Sambut Kemenangan Bersama Rakyat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus meneguhkan diri sebagai partai milik rakyat yang berupaya melayani di berbagai lini kebutuhan masyarakat. Dalam setiap situasi, PKS hadir memberi solusi hingga melakukan aksi demi berkhidmat untuk negeri yang lebih baik.

Pada Pemilu 2019 nanti, semua partai akan menguji ketangguhan agar lolos parliementari treshold, tak terkecuali PKS. Partaruhannya adalah perolehan kursi legislatif pada 27 April 2019. Maka berbagai upaya kampanye dilakukan agar mampu merebut simpati pemilih.

Bagi jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Tenggara, pertarungan Pileg 2019 tidak dapat dianggap enteng namun juga tidak serumit yang dibayangkan. Sebab 16 partai politik peserta Pemilu 2019, sebagiannya sudah memiliki konstituen dan segmentasi pemilih masing-masing. Akan tetapi psikologi pemilih saat ini yang cenderung berubah, juga sangat mempengaruhi akseptabilitas terhadap Parpol.

Menurut Ketua DPW PKS Sultra, Sulkhani, mengatakan perjuangan menggaet suara pemilih juga perlu inovasi dan kreatifitas. Kerja kerja nyata yang dilakukan selama ini tidak akan berefek pada tingkat keterpilihan di masyarakat jika tak dibarengi pendekatan kreatif, termasuk publikasi positif.

“Lebih dari itu, para kader, Caleg dan timnya, juga perlu penguatan. Kita sudah dan selalu bersama masyarakat selama ini. Perjuangan PKS itu adalah perjuangan rakyat. Maka kemenangan PKS di Pemilu kita sambut bersama rakyat,” ujarnya, Rabu (31/10/2018).

Id Bulog

Rencananya, Kamis 1 November 2018, DPW PKS Sultra menggelar workshop bagi para Caleg dan kader se-Sultra dengan target 1000 peserta. Workshop ini menghadirkan trainer nasional, Dr. Fahmi, yang akan memastikan seluruh Caleg dan pengurus PKS berjuang bersama rakyat untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui momen pesta demokrasi 2019 nanti.

Salah seorang Caleg PKS DPRD Provinsi Sultra daerah pemilihan Konawe Selatan dan Bombana, Rasyid, mengaku optimis menambah perolehan suara bagi PKS. Rasyid yang telah menjadi anggota DPRD Provinsi ini, menargetkan 70 ribu suara dari Dapilnya.

“Kita tidak khawatir dengan adanya partai dan kandidat lain. PKS itu selalu bersama rakyat, menang pun bersama rakyat. Banyak cara melakukan kampanye dan pendekatan, tapi yang paling efektif adalah kedekatan kita sebagai wakilnya selama ini,” kata Rasyid.

Calon anggota DPR RI dari PKS, Yaudu Salam Ajo pun menyampaikan nada yang sama. Menurutnya, PKS akan mendapat satu kursi di senayan dari tujuh kursi untuk Dapil Sulawesi Tenggara. “Insyaallah kita dapat kuris ke empat,” canda Caleg nomor urut 4 ini.

Untuk diketahui, pada Pilkada serentak 2017 lalu, mayoritas kepala daerah yang terpilih merupakan dukungan PKS. Seperti Kolaka Utara, Buton, Kota Kendari, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Muna Barat. Sedangkan pada Pilkada serentak 2018 tidak ada satupun usungan PKS yang terpilih. Dari semua kepala daerah itu, hanya Plt Wali Kota Kendari yang merupakan kader PKS.

Sumber: Press Release PKS

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.