PMII Kendari Tuntut Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari Dicopot

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ketua PC PMII Kendari, Adryan Nur Alam, mengecam dugaan tindakan represif aparat keamanan saat melakukan kegiatan pengamanan unjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019).

“Kami mengecam tindakan represif yang berujung pada jatuhnya korban jiwa,” katanya kepada SultraKini.com pada Jumat (27/09/2019).

Adryan mengatakan insiden harus diusut sampai tuntas. “Insiden yang mengakibatkan dua orang meninggal ini harus dilihat secara serius oleh pemerintah. Kapolri, dan Kapolda Sultra serta Kapolres Kendari harus dicopot karena telah gagal menjaga keamanan saat demonstrasi,” ujarnya.

Katanya, insiden yang mengakibatkan salah satu kader PMII Kendari dari dua orang yang meninggal ini, membuat geram kader PMII se-Indonesia untuk bereaksi dan meminta pertanggungjawaban. “Jadi, PMII se-Indonesia sudah diintruksikan untuk menggelar aksi solidaritas, kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas”, tuturnya.

Adryan juga menilai Polda Sultra dan Polres Kendari tidak menyiapkan secara matang skema maupun mekanisme yang diterapkan dalam penanganan atau pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di Kota Kendari.

“Tindakan represif ini kan sudah terjadi berkali-kali, apakah tindakan ini diaminkan sebagai hal yang biasa? Seharusnya Polda Sultra maupun Polres Kendari belajar dari pengalaman untuk menyiapkan skema dan penanganan yang matang agar tidak terjadi korban. Ini bukan hanya persoalan salah satu almarhum adalah Kader PMII, tapi ini sudah di luar batas,” katanya.

PC PMII Kendari juga nantinya akan menggelar sholat ghoib dan doa bersama untuk ke dua korban yang meninggal.

“Sebelum menggelar aksi solidaritas, Kami terlebih dahulu akan menggelar sholat Ghoib dan mengirimkan Do’a kepada ke dua Almarhum, semoga Amal ibadahnya dapat di terima di sisi Allah S.W.T,” tutup Adryan.

Laporan: Maykhel Rizky
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.