Polda Sultra Minta Jangan Kaitkan Aksi Teroris dengan Agama Apapun

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra), AKBP Harry Golden Hardt, menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengaitkan peristiwa ledakan bom yang terjadi di Surabaya dengan agama.

Menurutnya, tindakan teroris merupakan pemahaman yang sesat dan tidak ada kaitannya dengan ajaran agama apapun. Peristiwa tersebut murni tindakan kriminal dengan melakukan aksi serangan bom.

“Saya meminta atas peristiwa ini jangan dikaitkan dengan soal ajaran agama manapun. Karena ini tidak ada kaitannya dengan hal tersebut,” tegas Harry saat jumpa pers di ruang Media Centre Polda Sultra, Senin (14/5/2018).

Dia menambahkan, pihaknya telah mendapat petunjuk dari Mabes Polri sehubungan perkembangan pengungkapan peristiwa serangan bom yang terjadi di beberapa tempat di kota Surabaya.

“Saat ini tim Densus 88 sedang bekerja dan terus melakukan pengungkapan terhadap rangkaian peristiwa tersebut. Saya berharap, masyarakat di Sultra tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi dengan isu yang dapat membuat gaduh daerah kita ini,” jelasnya.

Peristiwa ledakan bom yang terjadi di beberapa tempat di Kota Surabaya menewaskan beberapa orang warga pada 13 Mei 2018.

Ledakan itu merupakan serangkaian aksi bom bunuh diri. Lokasi pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Kecamatan Gubeng. Kemudian, lokasi kedua terjadi di sebuah gereja di Jalan Diponegoro, dan lokasi ketiga sebuah gereja di Jalan Arjuna.

 

 

Laporan: Wayan Sukanta

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.