Polemik Relokasi Pedagang eks Pasar Panjang Berlanjut di Meja Rapat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pembahasan relokasi pedagang eks Pasar Panjang di Kelurahan Bonggoeya, Kota Kendari ke Pasar Sentral Wuawua berlanjut di meja rapat DPRD Kendari. Persoalan yang berlarut sejak diresmikannya Pasar Wuawua tersebut, dijadwalkan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Pemkot Kendari-DPRD Kendari, Kamis (24/1/2019).

Berkali-kali penertiban pedagang eks Pasar Panjang dilakukan Satpol PP Kendari bersama TNI-Polri. Hasilnya, belum juga membuat mereka meninggalkan pasar yang dibuat khusus merelokasi pedagang Pasar Wuawua (Pasar Baru) ketika kebakaran pasar tahun 2010.

Bahkan, terakhir penertiban Rabu (16/1) lalu, pedagang nekat memblokade jalan hingga menyulitkan petugas dan berujung ditunda.

(Baca: Tolak Penertiban Pasar, Satpol PP Dihadang Pedagang)

Bukan tanpa alasan pedagang tetap bertahan di lokasi tersebut. Mereka mengaku lokasi lapak dagangan merupakan tanah milik pribadi.

Berlarut-larutnya persoalan tersebut, solusi terbaikpun dicari dengan mempertemukan sejumlah unsur terkait, seperti DPRD Kendari, Pemkot Kendari, stakeholder, dan pedagang.

yamaha

Melalui surat undangan diperoleh SultraKini.Com, Selasa (23/1), DPRD Kendari mengundang wali kota Kendari, Dandim 1417/Kendari, kapolres Kendari, kepala Satpol PP Kendari, kabag Hukum dan HAM Setda Kota Kendari, dan koordinator Asosiasi Pedagang eks Pasar Panjang. Segala unsur tersebut berupaya bagaimana menyudahi permasalahan Pasar Panjang.

Sehubungan dengan itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain sudah mengetahuinya. Pemkot bahkan sudah membahas permasalahan pasar bersama jajaran OPD, sebelum surat panggilan diterima dari DPRD Kendari.

“Kemarin (Senin 21/1), kita sudah menunggu dari DPRD, tapi rupanya schedule ulang oleh DPRD. Katanya hari Kamis baru ada pertemuan dengan pedagang, kita juga sudah rapat dengan OPD terkait merumuskan kira-kira apa langkah terbaik agar pedagang tetap berjualan dengan nyaman,” jelas Sulkarnain ditemui di Rujab Wali Kota Kendari, Selasa (22/1).

Langkah terbaik akan diambil Pemkot adalah tetap mengacu pada peraturan daerah yang sudah ditetapkan. Tetapi sepenuhnya akan bahas dalam dialog bersama itu.

“Kira tetap dialogkan bagaimana langkah terbaiknya,” sambungnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.