SULTRAKINI.COM: Mabes Polri masih memburu tujuh terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka disinyalir masih berkeliaran di wilayah Bima, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Poso, Sulawesi Tengah.
Polisi Buru Anak Buah Santoso
Ilustrasi penangkapan terduga teroris. (Foto: sindonews.com)

"Tujuh orang yang paling dicari itu adalah anak buah Santoso alias Abu Wardah," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, Selasa (31/10/2017).

Menurut Setyo, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sempat baku tembak dengan empat terduga teroris di Gunung Mawu Rite perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin 30 Oktober 2017 pagi.

Dalam baku tembak itu polisi berhasil menembak mati dua orang terduga teroris, Amir alias Dance dan Yaman. Sementara dua orang lainnya yang berhasil melarikan diri diketahui bernama, Iqbal dan Nandar. 

"Dua orang melarikan dan sampai sekarang tim Densus masih melalukan pengejaran," ungkapnya.

Setyo menyebutkan keempat terduga teroris di Bima ini merupakan kelompok dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Jaringan teroris MIT merupakan pimpinan Santoso.  

Setyo mengatakan, Santoso telah tewas, namun masih ada beberapa anggotanya yang saat ini masih dalam pencarian aparat atau daftar pencarian orang (DPO) termasuk tujuh orang yang disebutkan di atas.

Dalam baku tembak tersebut, polisi berhasil mengamankan dua pucuk senjata rakitan, peluru kaliber 556 sebanyak 20 butir, kaliber 38 ada tujuh butir dan dua butir peluru berkaliber 9 mm. 

Ada juga perlengkapan survival, tas ransel dan segala macam untuk bertahan hidup di hutan.


Sumber: sindonews.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations